Djarot: Kalau Menolak Ahok-Djarot Bukan Lagi Kader PDIP

0
3

[ad_1]

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat (kanan) berjabat tangan saat menghadiri acara penggalangan dana kampanye Ahok-Djarot di Jakarta, Minggu (27/11). Foto: Muhammad Adimaj

Metrotvnews.com, Jakarta: Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat terkejut mendengar kabar ada kader PDI Perjuangan yang menolak dirinya dan Basuki Tjahaja Purnama maju dalam Pilgub DKI 2017. Djarot menegaskan, kader yang menolak keduanya bukan lagi bagian dari partai.

“Kalau kita kalau sudah seperti itu (menolak Ahok-Djarot) ya otomatis dia bukan anggota PDI lagi,” kata Djarot di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2016).

Djarot mengaku tak pernah melarang kader mana pun berpihak pada satu pasangan. Dia juga tak ambil pusing ketika ada kader yang mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan lain.

“Biar saja, siapa itu? Enggak apa-apa biar kita tahu siapa saja itu. Enggak masalah,” terang dia.

Baca: Ahok-Djarot Tak Ambil Pusing Hasil Survei yang Berpotensi Bias

Beberapa pengurus PDIP Jakarta Barat mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anis Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. Mereka menamakan diri sebagai Kawan Juang Boy (KJB) di bawah besutan bekas Ketua DPD PDIP DKI, Boy Sadikin.

Boy menjadi pentolan dalam tim sukses untuk memenangkan Anies-Sandi. Salah satu pengurusnya adalah, M Ranto bekas Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kebon Jeruk.

Ranto beralasan dirinya meninggalkan PDIP karena sudah tak lagi melihat adanya demokrasi di partai berlambang moncong putih itu. Dia juga mengaku suaranya sudah tak lagi didengar oleh petinggi partai.

“Saya sudah dirampok oknum yang tidak jelas. Kepengurusan saya itu sudah dirampok. PDIP Jakarta Barat sudah mulai dipetak-petakkan. Orang yang militan sudah dipecat-pecatin,” kata Ranto.

 

(AZF)

[ad_2]

If You have time, See Source link

LEAVE A REPLY