Eksportir Diuntungkan dari Pelemahan Rupiah

0
3

[ad_1]

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah yang terus mengalami pelemahan tak serta merta membuat Indonesia dirugikan sepenuhnya. Sebab kenyataannya, pelemahan mata uang Garuda ternyata mampu meningkatkan penerimaan bagi para  eksportir.

“Karena dalam posisi seperti ini, eksportir senang. Ada plus minusnya, pada posisi seperti ini eksportir menikmati,” ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, dalam acara Sarasehan 100 Ekonomi Indonesia, di Hotel Fairmont, Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Selasa (6/12/2016).

Dia menambahkan, hampir di setiap negara saat ini tengah menyesuaikan kurs mereka akibat meningkatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD). Kendati demikian, nilai tukar rupiah sebenarnya lebih stabil ketimbang mata uang negara lainnya.

“Indonesia relatif stabil. Jadi jangan diartikan rupiah melemah tajam (hanya soal kurs),” tegas Enggar.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut perekonomian Indonesia tidak hanya diukur dari pergerakan nilai tukar rupiah terhadap USD. “Kurs USD dan nilai tukar rupiah bukan lagi tolak ukur yang tepat sekarang ini,” ungkapnya.

Menurutnya, tolak ukur ekonomi Indonesia semestinya dengan mitra dagang terbesar Indonesia. Karena perdagangan Indonesia-AS, porsinya hanya 10-11 persen dan bukan mitra dagang terbesar. “Jadi jangan sampai angka 10-11 persen ini mendominasi persepsi ekonomi karena USD dan rupiah tadi. Kalau kita masih bawa itu, bisa berbahaya,” tutur dia.

Jokowi menyebutkan, mitra dagang terbesar Indonesia saat ini adalah Tiongkok dengan porsi sekitar 15,5 persen, menyusul Eropa 11,4 persen, dan Jepang 10,7 persen. Oleh karena itu, mata uang Garuda seharusnya diukur dengan mata uang renminbi, karena Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia.

“‎Menurut saya kurs rupiah dan USD bukan lagi tolak ukur yang tepat. Harusnya kurs yang relevan adalah kurs rupiah melawan mitra dagang terbesar kita. Kalau Tiongkok terbesar ya harusnya rupiah-renminbi terbesar. Ini penting untuk edukasi publik, untuk tidak hanya memantau kurs pada USD semata. Tapi yang lebih komprehensif,” pungkas Jokowi.

(ABD)

[ad_2]

If You have time, See Source link

LEAVE A REPLY