Jubir Gedung Putih Mendatang Redam Isu Terkait Peretasan Rusia

0
6

[ad_1]

Juru bicara Gedung Putih mendatang Sean Spicer meredam harapan bahwa presiden terpilih Donald Trump akan segera mengungkap informasi baru tentang temuan inteljen Amerika, bahwa Rusia telah meretas komputer para saingan Trump dan kemudian mengeluarkan informasi yang merugikan untuk membantu kemenangannya dalam pemilu.

Pada Malam Tahun Baru lalu, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia tahu lebih banyak dibanding yang telah disampaikan kepada publik, tentang tuduhan bahwa Rusia telah melakukan intervensi terhadap pemilu Amerika, dan “ kalian akan mengetahuinya hari Selasa (3/1) atau Rabu (4/1)”.

Presiden terpilih itu telah menyampaikan keraguan atas kesimpulan badan-badan inteljen Amerika bahwa Rusia telah meretas beberapa komputer pesaing Trump, calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton dan kemudian mengeluarkan informasi melalui WikiLeaks untuk merugikan Clinton.

Dalam wawancara di program “This Week” stasiun televisi ABC hari Minggu (1/1), Spicer mengatakan Trump akan mengumpulkan sejumlah pejabat inteljen untuk mendapatkan informasi lengkap dan kemudian mengambil keputusan.

“Kami ingin benar-benar mendapatkan seluruh informasi itu, mendapat penjelasan dan kemudian mengambil keputusan,” tentang bagaimana menanggapi sanksi-sanksi Presiden Obama terhadap Rusia, ujar Spicer. Trump kerap memuji Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyampaikan sisi sosok Putin yang lebih bersahabat dibanding sebagian besar tokoh politik Amerika.

Dalam wawancara lain hari Minggu, Spicer mengatakan tindakan pengusiran 35 diplomat dan agen inteljen Rusia, serta penutupan dua kompleks milik Rusia di Amerika, mungkin berlebihan dibanding tuduhan usaha peretasan itu.

Pada pesta Malam Tahun Baru, Trump mengatakan ingin ada kejelasan sumber-sumber inteljen Amerika, karena “ini tuduhan serius dan saya ingin mereka yakin tentang hal itu”. Ditambahkannya, akan menjadi sangat “tidak adil” menyampaikan tuduhan terhadap Rusia, jika tidak ada kepastian sedikit pun.

Donald Trump yang dalam 18 hari mendatang akan dilantik sebagai presiden ke-45 Amerika, mengatakan “saya tahu banyak tentang peretasan. Peretasan adalah suatu hal yang sangat sulit dibuktikan. Jadi ini bisa dilakukan oleh pihak lain. Dan saya juga tahu hal-hal yang orang lain tidak tahu, sehingga mereka tidak yakin dengan situasi ini”.

Anggota Komisi Inteljen DPR dari Partai Demokrat, Adam Schiff, mengatakan kepada stasiun televisi ABC bahwa hanya Trump yang mempertanyakan laporan intelijen Amerika tentang keterlibatan Rusia dalam peretasan itu.

“Jika ia ingin punya kredibilitas sebagai presiden, ia harus berhenti bicara seperti ini,” ujar Schiff. Ditambahkannya, “ini adalah penilaian yang sangat luar biasa terhadap komunitas intelijen, dan juga terhadap semua anggota komisi intelijen di Kongres dari faksi Demokrat dan Republik. Tidak seorang pun diantara kami mempertanyakan hal ini. Satu-satunya orang yang meragukan hal ini adalah Donald Trump.”

Trump yang jarang menggunakan email atau komputer, namun kerap mengeluarkan informasi dan komentar singkat di Twitter mengatakan tidak ada komputer yang bisa menyimpan informasi rahasia secara aman.

“Jika kalian memiliki informasi yang sangat penting, tulis dan kirim lewat kurir, gunakan cara kuno. Karena komputer tidak aman,” ujar Trump. “Saya tidak peduli apapun yang mereka katakan, tapi tidak ada satu komputer pun yang aman,” tambah Trump. (em/ii)

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY