Polisi Cocokkan Ciri Jasad Terduga Teroris dengan Keluarga

0
4

[ad_1]

Di gedung sentra visum medikolegal RS Polri Kramatjati.


VIVA.co.id – Keluarga dari ketiga terduga teroris di Tangerang Selatan, siang tadi, mulai mendatangi Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Keluarga ketiga terduga teroris, datang untuk memberikan data untuk melakukan proses identifikasi dan pencocokan DNA ketiga jenazah tersebut.

Selain sampel DNA, pihak keluarga juga menyampaikan data antemortem. Data tersebut berupa data-data fisik khas korban, seperti sidik jari, darah, rambut serta adanya penjelasan secara rinci oleh pihak keluarga terduga teroris.

Keluarga terduga teroris ini datang dengan dikawal oleh sejumlah petugas penyidik dari TIM DVI RS Polri. Mereka langsung datang ke gedung sentra visum medikolegal RS Polri Kramatjati.

Selama hampir satu jam para keluarga dilakukan pemeriksaan, Fahmi, salah satu keluarga dari tersangka terduga teroris Tangerang Selatan, bernama Helmi mengatakan, saat berada di dalam ruangan, ia hanya ditanya oleh pihak rumah sakit terkait data identitas.

“Di dalam saya cuma ditanya-tanya aja enggak sampai dilakukan pemeriksaan, untuk mencocokkan DNA saya,” kata Fahmi, Minggu 25 Desember 2016.

Selain itu, Fahmi mengatakan, keluarga terduga teroris lainnya ada di dalam gedung sentra visum medikolegal untuk memberikan data antemortem. “Kalau keluarga yang lain di dalam sedang diperiksa, kalau saya hanya ditanya-tanya saja,” ujarnya.

Fahmi tidak banyak memberikan keterangan saat ditanya awak media. Bahkan ketika Fahmi ditanya oleh awak media terkait di mana jenazah Helmi akan dikebumikan, Fahmi tak menjawab dan pergi.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga terduga teroris yang diketahui bernama Helmi, Omen, dan Irwan tewas saat terjadi baku tembak dengan Densus 88, di kawasan Babakan Setu, Tangerang Selatan. Jasad ketiganya langsung dibawa ke RS Polri Kramatjati Jakarta Timur pada Rabu 21 Desember 2016.




BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Load More…

[ad_2]

If You Want to see Source link

LEAVE A REPLY