Ribuan Pengungsi Suriah dan Irak Dimukimkan di 4 Kota di Queensland

0
12

[ad_1]

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE — Pemerintah Australia telah memastikan bahwa sekitar 3.500 pengungsi asal Suriah dan Irak di Queensland akan ditempatkan di empat kota di negara bagian itu.

Departemen Sosial Australia mengatakan, para pengungsi -yang merupakan bagian dari komitmen Australia untuk mengambil tambahan 12 ribu pengungsi dari Suriah -akan ditempatkan di kota Brisbane, Logan, Gold Coast dan Toowoomba.

Seorang juru bicara Departemen Sosial mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya hanya akan mengirim para pengungsi ke tempat yang memiliki layanan kota memadai. “Orang-orang dari Suriah dan Irak ditempatkan di lokasi pemukiman kemanusiaan yang memiliki layanan dan dukungan memadai untuk membantu para pendatang baru,” sebut pernyataan itu.

Layanan multikultural dan dewan lokal di beberapa daerah -termasuk Townsville, Rockhampton dan di Western Downs, barat Toowoomba -sebelumnya menawarkan daerah mereka sebagai pilihan permukiman.

Mantan Wali Kota Western Downs, Ray Brown, sempat mengkampanyekan penerimaan 1.500 warga Suriah di kota kecil Dalby, sebelum ia terdepak dalam Pemilu lokal.

Meski demikian, Wali Kota yang terpilih, Paul McVeigh, mengatakan, ia merasa nyaman dengan keputusan untuk tidak mengirim para pengungsi ke sana. “Ray [Brown] memiliki niat baik tapi … itu akan menjadi masalah besar di masyarakat kami,” kata Paul.

Ia menerangkan, “Kami tak menentang pemukiman pengungsi di wilayah kami, tetapi jika mereka datang, kami benar-benar ingin keluarga yang bisa mengintegrasikan diri ke dalam masyarakat kami dan menjadi bagian dari komunitas kami dan tentu saja menjadi warga Australia.”

Paul mengatakan, dewan kota tak pernah menerima tanggapan resmi dari Pemerintah atas permintaan mantan wali kota itu. “Begitu sepi tanggapan setelah Pemilu dan sebagai dewan kota, kami belum mendengar apa-apa lagi dari Pemerintah Federal,” aku Paul.

Natal, momen yang menyedihkan

Beberapa warga terbaru di Toowoomba ini berharap untuk merayakan Natal yang aman dan damai di rumah baru mereka.

Zainabu dan putranya, Abdul-Aziz, berasal dari Kongo, tetapi mereka menghabiskan enam tahun terakhir di sebuah kamp pengungsi di Uganda.

“Ini akan menjadi Natal pertama yang bisa saya nikmati bersama putra saya,” ungkapnya.

“Di Afrika, Saya tidak aman. Saya tak peduli Natal. Jika Anda tidak aman, bagaimana Anda bisa menikmatinya? Natal selalu menyedihkan,” kata Zainabu.

Di Townsville, puluhan penduduk lokal telah menyiapkan sumbangan, hadiah dan bahkan menawarkan kamar untuk mengantisipasi datangnya pengungsi Suriah.

Meski demikian, Manajer Pusat Layanan Multikultur Townsville, Meg Davis, mengatakan, walau organisasinya terdaftar sebagai penyedia layanan yang potensial, ia telah mendapat informasi bahwa tak ada satupun pengungsi yang dikirim ke utara Queensland.

“Kami tak memiliki komunitas Suriah yang mapan di sini dan itu selalu lebih menantang bagi orang-orang yang menetap jika mereka tak memiliki orang-orang dengan bahasa yang sama atau pengalaman yang sama,” jelasnya.

“Saat ini, sejumlah kamar yang rencananya untuk ditinggali tidak bisa digunakan, tapi kemauan untuk membantu -dalam urusan menyambut atau menjamu mereka makan di rumah -kami masih bisa menyediakannya,” tutur Meg.

Ia mengatakan, keputusan Pemerintah Australia juga didasarkan pada keinginan untuk memukimkan pendatang baru dengan orang yang mereka kenal. “Sebagian besar pengungsi Suriah itu tampaknya menunjukkan bahwa mereka memiliki relasi di Australia dan tampaknya mereka berada di kota-kota di selatan dan metropolitan,” jelas Meg.

Hampir 1000 pengungsi bermukim di Queensland

Departemen Sosial Australia mengatakan, persentase kecil dari kelompok 12.000 pengungsi telah tiba.

“Per 2 Desember 2016, hampir 1.000 warga Irak dan Suriah telah menetap di Queensland sejak 1 Juli 2015. Dari jumlah tersebut, sekitar 550 di antaranya adalah bagian dari tambahan penerimaan 12.000 pengungsi,” sebut juru bicara departemen.

Meski demikian, ia mengatakan, para pengungsi baru bisa bebas bepergian ke seluruh Australia setelah pemukiman awal mereka.

“Pendatang Kemanusiaan, seperti penduduk tetap Australia lainnya, bebas menentukan tempat tinggal mereka dan oleh karena itu. mungkin akan ada pemindahan sekunder, ke lokasi lain, setelah kedatangan mereka,” kata juru bicara itu.

 

[ad_2]

If You Want to See Source link

LEAVE A REPLY