Pencarian

Anak Muda di Banjarbaru Bertanding E-Sport


Sekelompok anak muda ikut bertanding E-Sport. Foto - Dok. Mediakita.co.id

MEDIAKITA.CO.ID - Sekelompok anak muda di Banjarbaru menggelar pertandingan E-Sport Mobile Legend bertajuk "Piala Kemerdekaan MLBB 1.0" di salah satu kafe di Jalan Panglima Batur Banjarbaru, Jumat (12/8/22).

Seperti diketahui, E-Sport menjadi salah satu cabang olahraga yang kini mulai diperhitungkan dan banyak digemari oleh generasi milenial.

Menurut Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono, pertandingan E-Sport juga semakin banyak digelar oleh masyarakat seiring dengan semakin berkembangnya teknologi komputer dan video game.

Namun disisi lain tambah Wartono, perkembangan E-Sport ini juga kerap mengundang kritik dan dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan masyarakat, lantaran dianggap sebagai sebuah kegiatan yang membuang-buang waktu dan membosankan.

"Jangan sampai kita kecanduan bermain game, karena akan mengganggu aktivitas belajar dan bekerja," ujar Wartono saat membuka turnamen E-Sport "MLBB 1.0", Jumat (12/8/22).


Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono saat membuka Piala Kemerdekaan MLBB 1.0. Foto - Dok. Mediakita.co.id

Meski begitu, Wartono mengapresiasi terselenggaranya pertandingan E-Sport 'MLBB 1.0' ini. Sebab katanya, kegiatan ini diadakan untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-77 di Banjarbaru.

"Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh panitia dan pendukung, atas inisiatifnya menggelar event ini," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disporabudpar Kota Banjarbaru, Ahmad Yani Makkie mengatakan, banyaknya tim peserta yang mengikuti turnamen MLBB 1.0 ini (25 tim) menunjukkan bahwa anak-anak muda penggemar game mobile legend sangat tinggi di Kota Banjarbaru.

Senada dengan Wakil Wali Kota Banjarbaru, Yani Makkie pun mengapresiasi pihak panitia penyelenggara turnamen MLBB 1.0, karena telah memberikan ruang dan wadah bagi para 'gamer' muda untuk mengekspresikan diri dan bakatnya.

"Ini juga dalam rangka ikhtiar kita mengarahkan anak anak muda untuk melakukan kegiatan yang bernilai positif," kata Yani Makkie.

"Lomba ini tentunya bukan hanya soal bermain game, berolahraga dan mengejar hadiah saja, namun juga soal bagaimana kita melakukan kompetisi dengan baik, jujur dan fair play, bersaing secara sehat, siap menang dan siap kalah," tuntasnya. (tim)