Pencarian

Landasan Ulin Tengah Terbanyak Stunting


Ilustrasi anak stunting. Foto - Pixabay

MEDIAKITA.CO.ID - Kasus stunting masih menjadi salah satu permasalahan yang diaudit oleh Pemerintah Kota Banjarbaru. Sebab, dari 20 kelurahan se Kota Banjarbaru, Landasan Ulin Tengah menjadi kelurahan yang paling banyak ditemukan kasus stunting, yakni mencapai 10 kasus.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan (Disdalduk KB PMP dan PA) Kota Banjarbaru, Sri Lailana mengatakan bahwa perlu adanya intervensi dari pemerintah untuk mengatasi kasus stunting itu, salah satunya memberikan makan sehat kepada ibu hamil selama masa kehamilan.

"Untuk balita yang stunting ada 4, kemudian ibu nifasnya ada 1, calon pengantin ada 2, dan ibu hamil ada 3," sebut Sri Lailana, Selasa (20/9/22).



Sri Lailana menjelaskan bahwa agar bayi yang dilahirkan nantinya tidak terkena stunting, maka pihaknya akan memberikan makanan sehat dan bergizi kepada ibu hamil tersebut.

"Dari 10 kasus tersebut, akan dirapatkan kembali untuk menyepakati rencana tindak lanjut perbaikan atau intervensi," kata Sri.

"Yang jelas, salah satu untuk balita stunting yang orang tuanya tidak mampu ini sudah kita laksanakan program bapak asuh anak stunting," bebernya.

Ditempat yang sama, Koordinator Bidang KB Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel, dr. Mahendra Prakosa menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan anak bisa stunting, yakni seperti kurangnya asupan gizi makanan yang diberikan, pola pengasuhan orang tua yang salah dalam memberikan makanan, adanya infeksi kronis yang berulang, sanitasi airnya kurang bersih, dan lain sebagainya. 

"Namun, stunting tidak bisa diturunkan, sehingga bukan berarti semua anak yang pendek itu stunting ya, tapi yang jelas kalau stunting itu sudah pasti pendek," tutupnya. (san/lu)