Kalsel Dorong Penguatan Mediasi untuk Jaga Harmoni Antar Umat Beragama

- Penulis

Kamis, 25 September 2025 - 02:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto – MC Kalsel untuk Mediakita.co.id

MEDIAKITA.CO.ID – Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya kemampuan mediasi sebagai upaya mencegah munculnya konflik keagamaan dan menjaga stabilitas sosial di Banua.

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Kepala Bagian Bina Mental dan Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Fahrurazi, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Mediasi Konflik Umat Beragama Tahun 2025 di salah satu hotel di Banjarmasin, Kamis (25/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang bekerja sama dengan Wali Songo Mediation Center UIN Walisongo Semarang tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjadi wadah penting dalam memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan untuk mengelola potensi konflik dengan cara-cara dialogis.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terus bekerja sama dan saling merangkul dalam rangka menjaga kerukunan umat beragama di Banua,” ucap Fahrurazi mewakili Gubernur.

Baca Juga:  Pemkab Balangan Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 535 Santri

Ia menekankan bahwa situasi harmonis di Kalimantan Selatan selama ini tidak boleh membuat masyarakat lengah. Potensi gesekan sosial bisa muncul kapan saja jika tidak diantisipasi sejak dini.

Gubernur juga mengingatkan kembali peristiwa “Jumat Kelabu” pada 23 Mei 1997, yang menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya penyelesaian konflik secara bijak dan damai.

“Dari pengalaman itu, kita belajar bahwa konflik umat beragama dapat menimbulkan perpecahan. Karena itu, kemampuan mediasi menjadi bekal penting agar kehidupan rukun, aman, dan damai di Kalimantan Selatan selalu terjaga,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap peserta mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing, serta siap menghadapi berbagai tantangan sosial keagamaan dengan pendekatan persuasif dan inklusif.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Bimbingan Teknis Mediasi Konflik Umat Beragama Tahun 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutup Fahrurazi. (adv/rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi
Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan
Kemarau Panjang, Stok Beras Banjar Diklaim Aman hingga 2027
Pemkab Banjar Tata Toko Swalayan, Wajib Sediakan 30 Persen Produk UMKM
Wabup Banjar Tegaskan Investasi Besar Wajib Libatkan UMKM dan Koperasi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan

Berita Terbaru