Lazismu Targetkan Dampak Nyata, Rakernas 2026 Tekankan Integrasi Program Nasional

MEDIAKITA.CO.ID – Lazismu resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Kota Banjarbaru, Jum’at (7/11/2025) malam. Tahun ini, Lazismu menekankan arah geraknya pada penguatan inovasi sosial yang terhubung dengan sistem yang rapi, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Pembukaan Rakernas berlangsung di Lapangan Murjani dengan tema “Penguatan Inovasi Sosial yang Terintegrasi, Berdampak, dan Berkelanjutan.” Tema ini menjadi penegasan bahwa kerja-kerja sosial tidak cukup sekadar dilaksanakan, namun harus dibangun dalam sinergi yang utuh agar manfaatnya jelas dan berkelanjutan.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan Rakernas merupakan momentum konsolidasi nasional untuk menyusun rencana strategis (renstra) 2026—2030. Renstra tersebut akan menjadi panduan bagi seluruh wilayah dalam menjalankan penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan.

“Perencanaan yang tertib adalah bagian dari amanah. Kita memastikan langkah Lazismu berjalan dalam tata kelola yang solid dan akuntabel,” ujarnya di hadapan peserta Rakernas.
Mujadid menyebut Lazismu kini berada dalam fase persiapan menuju Muktamar Muhammadiyah berikutnya. Tantangan sosial dan dinamika global menjadi alasan Lazismu harus semakin adaptif dan responsif melalui inovasi sosial yang dapat dibuktikan dampaknya.
Ia menambahkan bahwa semangat Islam Berkemajuan mengajarkan keberanian melakukan pembaruan berbasis data, evaluasi, dan kerja kolaboratif. “Tanpa integrasi ekosistem dan data, program sosial hanya jadi kegiatan, bukan perubahan,” tegasnya.
Secara nasional, Lazismu mencatat penghimpunan ZISKA hingga September 2025 mencapai Rp 582 miliar, dengan proyeksi mencapai Rp 668 miliar pada akhir tahun. Sementara penyaluran dana telah menyentuh Rp 516 miliar dan diperkirakan meningkat hingga Rp 620 miliar sampai penghujung tahun.
Salah satu program yang menjadi ujung tombak implementasi pemberdayaan adalah Kampung Berkemajuan. Program tersebut kini berjalan di lima provinsi, dengan perkembangan signifikan pada wilayah Sragen, Tasikmalaya, dan Kulonprogo. Model ini menitikberatkan pada pemberdayaan komunitas secara mandiri dan berkelanjutan.
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief turut memberikan apresiasi atas laju pertumbuhan kinerja Lazismu. Ia meyakini target penghimpunan Rp 1 triliun bukan hal yang mustahil. Menurutnya, keberhasilan bukan hanya diukur dari angka, melainkan dari kualitas dampak dan keberlanjutan yang dapat dibuktikan.
Sebagai tuan rumah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan, Ridhahani Fidzi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan penyelenggaraan Rakernas di Banjarbaru.
Ia menyebut potensi zakat di Kalsel diperkirakan mencapai Rp 1,4 triliun, namun masih perlu diperkuat dalam sistem penghimpunan dan pemanfaatannya.
Acara pembukaan turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Gubernur Kalimantan Selatan, Wali Kota Banjarbaru, Pimpinan Wilayah Aisyiyah, serta tamu undangan dari berbagai wilayah. Rakernas akan berlanjut dengan forum perumusan kerja, evaluasi program, dan penyelarasan agenda nasional Lazismu.


