Festival Pasar Terapung 2025, Pemerintah Dorong Kebangkitan Ekonomi UMKM Lok Baintan

- Penulis

Sabtu, 8 November 2025 - 21:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIAKITA.CO.ID – Festival Pasar Terapung 2025 kembali digelar di Sungai Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Agenda tahunan yang menjadi ikon pariwisata daerah ini dibuka pada Minggu (9/11/2025), dengan menghadirkan ratusan pedagang jukung serta ribuan pengunjung yang memenuhi bantaran sungai sejak pagi.

Pj Sekda Kabupaten Banjar, Ikhwansyah, yang mewakili Bupati Banjar Saidi Mansyur, menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam menjaga tradisi budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Setiap tahun kegiatan ini kita laksanakan untuk terus menggerakkan roda ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM. Semoga pasar terapung ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat keberlanjutan tradisi jual beli di sungai,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suasana acara tampak meriah meski diguyur hujan. Para pedagang, khususnya para acil-acil penjual sayur mayur, kuliner tradisional, hingga hasil kebun, tampak antusias menawarkan dagangannya kepada para pengunjung yang naik perahu maupun menonton dari tepian sungai.

“Tadi kita melihat suasananya sangat hidup. Banyak pedagang bersemangat berjualan. Kami mengajak masyarakat bukan hanya menonton, tapi juga membeli untuk membantu para pedagang,” tambah Ikhwansyah.

Baca Juga:  Dana Hibah Organisasi Kepemudaan di Banjar Capai Rp1,15 Miliar, Cair Mulai Maret 2026

Festival Pasar Terapung Lok Baintan sendiri telah diakui sebagai agenda pariwisata nasional dan menjadi daya tarik yang dikenal hingga tingkat internasional. Keunikan aktivitas jual beli di atas sungai dinilai memiliki nilai budaya tinggi yang tak dimiliki banyak daerah.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Banjar terus menegaskan pentingnya pelestarian tradisi ini. Ikhwansyah menyinggung perubahan tren transportasi masyarakat dari jalur sungai ke jalur darat, yang berpotensi menggeser budaya pasar terapung jika tidak dijaga.

“Ini kearifan lokal kita. Jangan sampai hilang. Tradisi transaksi di sungai harus tetap hidup. Dulu kita bahkan menggunakan kiris sebagai alat takaran jual beli. Hal-hal seperti ini perlu terus kita pertahankan,” tegasnya.

Festival Pasar Terapung 2025 menjadi momentum memperkuat identitas Banjar sebagai daerah yang kaya budaya sungai, sekaligus menghidupkan ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari tradisi turun-temurun. (rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi
Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan
Kemarau Panjang, Stok Beras Banjar Diklaim Aman hingga 2027
Pemkab Banjar Tata Toko Swalayan, Wajib Sediakan 30 Persen Produk UMKM
Wabup Banjar Tegaskan Investasi Besar Wajib Libatkan UMKM dan Koperasi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan

Berita Terbaru