Pemkab Balangan Matangkan IPRO Wisata Maranting dan Hilirisasi Batubara

- Penulis

Senin, 15 Desember 2025 - 01:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balangan saat menyampaikan sambutan di ekspose akhir kajian IPRO Wisata Maranting dan Hilirisasi Batubara. Foto – Mc.Balangan untuk Mediakita.co.id

MEDIAKITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan terus mematangkan kesiapan investasi daerah melalui penyusunan Investment Project Ready to Offer (IPRO) Kawasan Wisata Maranting dan hilirisasi batubara.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui ekspose akhir penyusunan dokumen kajian IPRO dan Pra-Feasibility Study (Pra-FS) yang digelar oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di Aula DPMPTSP Mal Pelayanan Publik, Paringin Selatan, Senin (15/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim Peneliti Pra Studi Kelayakan IPRO dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (FEB ULM) Banjarmasin, Akhmad Yunani, menyampaikan hasil kajian sektor jasa pariwisata khususnya kawasan Wisata Maranting dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan.

“Kawasan Wisata Maranting memiliki keunggulan dari sisi daya tarik alam, budaya, serta peluang pengembangan ekonomi lokal. Secara konseptual, kawasan ini layak ditawarkan kepada investor sebagai proyek jasa pariwisata,” sampainya.

Baca Juga:  DPLH Balangan Sosialisasikan Pengelolaan Sampah dan Air Limbah Domestik kepada Pelaku Usaha

Selain sektor pariwisata,Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M ) ULM juga memaparkan hasil Pra-FS IPRO hilirisasi batubara. Kajian tersebut menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah sektor pertambangan agar tidak hanya berhenti pada pola ekstraktif atau gali-jual, meskipun diakui terdapat tantangan dari sisi kebutuhan biaya dan infrastruktur.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Balangan, Akhriani, menyampaikan hasil kajian IPRO ini menjadi sangat penting karena memberikan dasar ilmiah bagi calon investor dalam mengambil keputusan investasi.

“Kalau daerah lain bisa menarik investor pariwisata, Balangan seharusnya juga bisa. Dari sisi potensi alam maupun budaya, kita sangat unggul. Dengan IPRO ini, Balangan tidak hanya menjual potensi, tetapi juga data dan analisis,” ujarnya

Ia menambahkan, dokumen kajian IPRO yang telah disusun akan disampaikan kepada perangkat daerah terkait sebagai dasar perumusan kebijakan ke depan, khususnya di sektor pariwisata dan pengembangan ekonomi daerah.

“Dokumen IPRO ini akan menjadi bahan utama dalam berbagai forum promosi investasi nasional, sebagai jawaban atas kebutuhan investor terhadap data dan kajian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya. (adv/rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi
Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan
Kemarau Panjang, Stok Beras Banjar Diklaim Aman hingga 2027
Pemkab Banjar Tata Toko Swalayan, Wajib Sediakan 30 Persen Produk UMKM
Wabup Banjar Tegaskan Investasi Besar Wajib Libatkan UMKM dan Koperasi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan

Berita Terbaru