Home » Aula Dinas Pendidikan Banjar Dijadikan Tempat Pengungsian, Tampung Hingga 160 Warga Terdampak Banjir

Aula Dinas Pendidikan Banjar Dijadikan Tempat Pengungsian, Tampung Hingga 160 Warga Terdampak Banjir

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Tisnohadi Harimurti. Foto – Raden

MEDIAKITA.CO.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar membuka Aula Dinas Pendidikan sebagai tempat pengungsian bagi warga terdampak banjir sejak Sabtu malam, 26 Desember 2025, atau satu hari sebelum pelaksanaan haul.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Tisnohadi Harimurti, mengatakan pembukaan tempat pengungsian tersebut berawal dari permohonan izin pembakal Desa Bincau yang membutuhkan lokasi aman bagi warganya.

“Pada malam Minggu itu kami dihubungi oleh pembakal Desa Bincau yang memohon izin menggunakan aula Dinas Pendidikan sebagai tempat pengungsian. Setelah kami berkoordinasi dengan pimpinan, Kepala Dinas, serta Camat, malam itu juga aula SMPN 3 kami buka untuk pengungsian,” ujar Tisnohadi.

Hingga saat ini, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 144 jiwa yang terdiri dari 53 kepala keluarga (KK). Rinciannya meliputi 9 lansia, 116 orang dewasa, 9 anak-anak, dan 10 balita. Sementara itu, jumlah pengungsi tertinggi yang pernah tercatat mencapai 160 jiwa.

Menurut Tisnohadi, jumlah pengungsi bersifat fluktuatif karena sebagian warga sempat kembali ke rumah saat kondisi air surut, atau menengok tempat tinggal mereka di siang hari, lalu kembali mengungsi. Selain warga Desa Bincau, terdapat pula pengungsi dari desa lain yang sebelumnya mengungsi di Masjid Al Karomah dan kemudian berpindah ke aula Dinas Pendidikan.

Selama masa pengungsian, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar memfasilitasi tempat tinggal sementara serta membantu pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Untuk kebutuhan konsumsi, pada hari-hari awal pengungsi mendapat bantuan dari dapur umum Posko Haul. Selanjutnya, penanganan konsumsi dikoordinasikan oleh BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Banjar.

“Saat ini kebutuhan makan pengungsi disuplai dari dapur umum Dinas Sosial yang berada di Jalan Pendidikan,” jelasnya.

Sementara itu, kebutuhan lain seperti susu formula, pampers, dan perlengkapan balita banyak dibantu oleh para donatur. Selain menyediakan tempat dan konsumsi, Dinas Pendidikan juga aktif menggelar berbagai kegiatan bagi pengungsi, khususnya anak-anak.

“Kami menjadwalkan petugas dari semua bidang, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga Sekretariat. Selain pelayanan dasar, kami juga memberikan kegiatan positif seperti trauma healing, bermain bersama, pendongengan, dan kegiatan edukatif lainnya,” tambah Tisnohadi.

Kegiatan tersebut turut didukung oleh relawan yang membantu menciptakan suasana nyaman bagi para pengungsi, terutama anak-anak.

Tisnohadi menegaskan, selama status tanggap darurat yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Banjar masih berlaku, aula Dinas Pendidikan akan terus disiagakan sebagai tempat pengungsian bagi warga terdampak banjir.