Kasus TBC Masih Tinggi, Wabup Banjar Ajak Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIAKITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Banjar terus mendorong penguatan penanganan tuberkulosis (TBC) melalui kolaborasi lintas sektor, seiring masih tingginya kasus penyakit menular tersebut di tingkat nasional maupun daerah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, saat membuka kegiatan Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor dalam rangka Hari Tuberkulosis Sedunia tingkat Kabupaten Banjar, di Hotel Roditha Banjarbaru, Kamis (16/4/2026) pagi.

Ia mengungkapkan, berdasarkan Global TBC Report 2024, Indonesia menempati peringkat kedua dunia setelah India dengan estimasi 1.090.000 kasus baru dan angka kematian mencapai 125.000 jiwa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tingkat daerah, hingga Maret 2026 di Kabupaten Banjar tercatat sebanyak 237 kasus TBC atau sekitar 25,23 persen yang telah ternotifikasi. Menurutnya, TBC masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat di daerah.

“Melalui peringatan Hari TBC Sedunia ini, saya mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pencegahan serta penanggulangan TBC. Upaya ini tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja, melainkan memerlukan dukungan lintas sektor,” ujarnya.

Baca Juga:  Wabup Balangan Buka MTQ Nasional XVIII Tingkat Kabupaten

Habib Idrus menambahkan, diperlukan komitmen bersama untuk mencapai eliminasi TBC. Ia juga mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang sehat, bebas stigma serta mendukung kesembuhan penderita TBC.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Noripansyah, mengatakan peringatan Hari TBC Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kolaborasi dalam penanganan penyakit tersebut.

“Tentu ini memerlukan perhatian khusus dan penanganan yang komprehensif. Tidak dapat dilakukan sendiri oleh jajaran kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh sektor, mulai dari pemerintah desa, kecamatan hingga masyarakat luas,” ungkapnya.

Ia menilai, kegiatan koordinasi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta menyusun langkah strategis dalam penanganan TBC di Kabupaten Banjar.

Pertemuan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri unsur pemerintah desa, kecamatan, serta sejumlah kepala puskesmas di Kabupaten Banjar. (adv/rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi
Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan
Kemarau Panjang, Stok Beras Banjar Diklaim Aman hingga 2027
Pemkab Banjar Tata Toko Swalayan, Wajib Sediakan 30 Persen Produk UMKM
Wabup Banjar Tegaskan Investasi Besar Wajib Libatkan UMKM dan Koperasi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan

Berita Terbaru