Harga Nila Turun Setelah Iduladha, DKPP Banjar Prediksi Kembali Stabil dalam Beberapa Bulan

- Penulis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto – Istimewa

MEDIAKITA.CO.ID – Harga ikan budidaya di Kabupaten Banjar pasca-Iduladha cenderung stabil. Namun, komoditas ikan nila mengalami penurunan harga akibat berkurangnya permintaan masyarakat setelah perayaan Hari Raya Kurban.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar Sipiliansyah melalui Kepala Bidang Budidaya Bandi, mengatakan penurunan harga nila dipengaruhi tingginya konsumsi daging kurban yang membuat permintaan ikan menurun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasca-Iduladha, permintaan masyarakat terhadap ikan nila memang sedikit berkurang. Salah satu penyebabnya karena masyarakat masih banyak mengonsumsi daging kurban,” ujarnya Jumat (5/6/2026).

Menurut Bandi, ikan nila merupakan salah satu komoditas budidaya terbesar di Kabupaten Banjar dengan kontribusi sekitar 30 hingga 40 persen dari total produksi perikanan budidaya. Kondisi tersebut membuat harga nila cukup sensitif terhadap perubahan permintaan pasar.

Ia menjelaskan, harga nila di tingkat pasar saat ini turun sekitar Rp3.000 per kilogram. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp39.000 hingga Rp40.000 per kilogram, kini berkisar Rp36.000 hingga Rp37.000 per kilogram.

Penurunan harga tersebut juga dirasakan pembudidaya. Di tingkat produsen, harga jual yang sebelumnya berada di kisaran Rp33.000 per kilogram ikut mengalami penyesuaian mengikuti kondisi pasar.

Baca Juga:  UP2K PKK Sehati Kampung Purun Masuk Enam Besar, Tim Provinsi Lakukan Verifikasi Lapangan

Meski demikian, Bandi memastikan komoditas ikan budidaya lainnya masih menunjukkan harga yang relatif stabil.

“Untuk bawal, gurame, lele dan patin sampai saat ini masih stabil. Lele tetap diminati masyarakat, sedangkan bawal memiliki akses pasar ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat,” katanya.

Di sisi lain, pembudidaya juga menghadapi tantangan berupa kenaikan harga pakan pada sejumlah merek tertentu. Namun, menurutnya kenaikan tersebut belum terlalu signifikan.

“Ada beberapa merek pakan yang naik sekitar Rp5.000 per sak, tetapi masih ada juga yang stabil. Untuk pakan dengan kandungan protein 33 persen, harganya masih berkisar Rp380 ribu sampai Rp385 ribu per sak,” jelasnya.

Bandi memperkirakan harga nila akan kembali stabil dalam beberapa bulan mendatang. Ia menilai kondisi pasar saat ini turut dipengaruhi menurunnya daya beli masyarakat yang tengah memprioritaskan kebutuhan pendidikan anak menjelang tahun ajaran baru.

“Biasanya setelah beberapa bulan kondisi akan kembali normal. Saat ini masyarakat lebih fokus pada kebutuhan sekolah anak, sehingga daya beli terhadap beberapa komoditas, termasuk ikan, ikut menurun,” pungkasnya. (rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi
Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan
Kemarau Panjang, Stok Beras Banjar Diklaim Aman hingga 2027
Pemkab Banjar Tata Toko Swalayan, Wajib Sediakan 30 Persen Produk UMKM
Wabup Banjar Tegaskan Investasi Besar Wajib Libatkan UMKM dan Koperasi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan

Berita Terbaru