MEDIAKITA.CO.ID – Persoalan sengketa lahan yang dihadapi Nana, seorang ibu tunggal di kawasan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, mulai mendapat perhatian DPRD setempat.
Dua anggota DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari dan Ir Takyin Baskoro, mendatangi dan memberikan dukungan kepada Nana yang tetap bertahan di rumahnya bersama dua anaknya.
Sengketa tersebut disebut telah memberikan tekanan bagi keluarga Nana. Tidak hanya mengganggu aktivitasnya mencari nafkah dengan berjualan kue, kondisi di lapangan juga membuat kedua anaknya mengalami ketakutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Emi Lasari mengatakan, kedua anak Nana yang masing-masing masih bersekolah di tingkat SD dan TK mengalami trauma setelah menyaksikan situasi yang dianggap menegangkan di sekitar rumah mereka.
“Beliau ini merupakan ibu tunggal dengan dua anak yang menggantungkan hidup dari berjualan kue. Akibat kasus ini, praktis beliau tidak bisa berjualan karena rasa waswas dan ketakutan berada di rumah,” ujar Emi, Minggu (9/8/2026).
Melihat kondisi tersebut, Emi menyebut pendampingan tidak hanya diarahkan pada persoalan hukum. Kondisi psikologis anak-anak juga menjadi perhatian.
DPRD bersama Pemerintah Kota Banjarbaru disebut telah mengupayakan pendampingan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kunjungan awal telah dilakukan, kemudian akan dilanjutkan dengan pendampingan psikologis.
“Kita hadir untuk memfasilitasi program-program dari Pemerintah Kota, yaitu melakukan pendampingan untuk anaknya di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Kemarin sudah dilakukan kunjungan, dan berikutnya adalah pendampingan psikologis agar anaknya tidak trauma dan tumbuh kembangnya tidak mengalami gangguan,” jelasnya.
Di tengah situasi tersebut, Nana memilih tetap tinggal di rumah yang selama ini ditempatinya. Tawaran untuk menyewa tempat tinggal sementara juga sempat disampaikan sebagai opsi untuk mengurangi rasa khawatir selama persoalan berlangsung.
Namun, Nana memilih bertahan karena ingin mempertahankan rumah dan tanah yang dianggap sebagai haknya.
Menurut Emi, rumah tersebut juga memiliki cerita tersendiri bagi Nana. Kondisinya dahulu disebut sangat memprihatinkan sebelum mendapatkan bantuan rehabilitasi dari Erna Lisa Halaby.
“Rumah beliau itu dulu pas hujan deras seng-sengnya pada terbang dan pintunya tidak layak, sehingga kemudian mendapat bantuan dari Bu Wali. Nah, itu yang menjadi satu spirit beliau untuk mempertahankan rumah itu,” katanya.
Emi menilai, keberanian Nana mempertahankan tempat tinggalnya patut mendapat dukungan. Terlebih, Nana merupakan ibu tunggal yang mengandalkan penghasilan dari usaha membuat dan menjual kue.
Menurutnya, persoalan masyarakat kecil seperti yang dialami Nana membutuhkan kehadiran pemerintah agar warga tidak merasa menghadapi persoalan seorang diri.
“Walaupun sebenarnya tidak mudah untuk seorang perempuan ibu tunggal dua anak dengan latar belakang pendidikan yang biasa saja dan penghasilan hanya dari membuat kue, itu sesuatu yang luar biasa dan tidak gampang,” ujarnya.
Emi menegaskan, pendampingan hukum tetap berjalan melalui tim pengacara. Di sisi lain, pemerintah juga diharapkan memastikan kebutuhan perlindungan dan pendampingan keluarga dapat terpenuhi.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Banjarbaru lainnya, Takyin Baskoro, menekankan pentingnya jaminan keamanan bagi Nana dan kedua anaknya.
Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan aparat lingkungan, kelurahan hingga kepolisian untuk memastikan keluarga tersebut dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.
“Untuk menyangkut keamanan Ibu Nana, kami nanti juga akan berkoordinasi dengan RT, RW, Lurah, dan Polsek setempat, dengan pihak yang berwajib, supaya betul-betul Ibu Nana ini bisa tinggal di sini dengan tenteram, aman, tidak waswas. Ini akan kita koordinasikan,” pungkas Takyin.













