Tradisi Baayun Maulid di Masjid Keramat Al-Mukarromah Tapin, Gubernur Kalsel Ungkap Baayun Maulid Mengingatkan Pentingnya Pendidikan Akhlak Sejak Dini

- Penulis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 02:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIAKITA.CO.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tak hanya diperingati lewat lantunan shalawat dan doa, tapi juga diwariskan melalui sebuah tradisi yang terus hidup dari generasi ke generasi : ‘Baayun Maulid’.

Tahun ini, tradisi tersebut kembali digelar di Masjid Keramat Al-Mukarromah Banua Halat, Rantau, Kabupaten Tapin, Selasa (25/8/2026), bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalsel, H. Muhidin yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H. M. Syarifuddin turut mengikuti prosesi Baayun Maulid bersama ribuan peserta. Diiringi lantunan doa dan selawat, prosesi ini diikuti masyarakat dari berbagai daerah dan rentang usia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah Untuk Membentuk Generasi Cinta Rasulullah SAW, Kuat Iman dan Islam serta Berkarakter”, Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Sekdaprov Kalsel, H. M menyebut Baayun Maulid sebagai salah satu tradisi dalam menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang memadukan budaya Banjar dengan nilai-nilai Islam.

“Salah satu tradisi Maulid yang paling tua di Banua adalah Baayun Maulid.” ujar Gubernur H. Muhidin dalam sambutan tertulisnya.
Lebih lanjut, Gubernur H. Muhidin menjelaskan makna berbagai perlengkapan yang menghiasi ayunan, mulai dari sasirangan, janur, kelapa, pisang, ketupat hingga wadai khas Banjar. Namun, menurutnya, makna terpenting justru terletak pada doa-doa yang terpanjatkan.

“Yang paling berharga dari semua ayunan bukanlah hiasannya, melainkan ada pada doa-doanya” tuturnya.

Pesan tersebut kemudian diarahkan pada hal yang lebih dekat dengan kehidupan keluarga. Menurut Gubernur H. Muhidin, Baayun Maulid bukan hanya tentang menjaga tradisi, tetapi juga mengingatkan kembali pentingnya pendidikan akhlak sejak dini.

“Pendidikan akhlak itu dimulai dari ayunan dan dari rumah. Keluarga adalah madrasah pertama dan orang tua adalah guru pertama.” ungkapnya.

Baca Juga:  Womenpreneur HIPMI Kalsel Resmi Dilantik, Dorong Perempuan Pengusaha Naik Kelas

Diakhir sambutannya, Gubernur H. Muhidin berharap peringatan Maulid semakin memperkuat kecintaan masyarakat kepada Rasulullah SAW.

“Mudah-mudahan momentum ini semakin mempertebal kecintaan kita kepada Rasulullah SAW dan Allah senantiasa melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya kepada kita semua.” pungkasnya.

Sementara itu, dalam tausiahnya, Ketua MUI Kalsel, TGH. K.H. Ahmad Syairazi mengisahkan kondisi Kota Mekkah sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW. Saat itu, masyarakat menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kekeringan hingga tingginya harga kebutuhan.

“Setelah beliau lahir, hujan turun dan keadaan berangsur membaik,” ujarnya.

Kisah tersebut disampaikan TGH. K.H. Ahmad sebagai pengingat bahwa kelahiran Rasulullah SAW membawa harapan dan keberkahan bagi umat. Karena itu, momentum Maulid dinilai tepat untuk memperbanyak doa dan memohon pertolongan Allah SWT.

“Maulid Nabi ini kita jadikan momentum untuk memohon keberkahan bagi Banua,” ungkapnya.

Di tengah kondisi cuaca yang masih menjadi perhatian masyarakat, K.H. Ahmad berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi jalan turunnya hujan sekaligus membawa kebaikan bagi banua Kalsel.

“Kita berharap keberkahan Maulid ini, semoga hujan segera turun dan Banua senantiasa diberi keberkahan,” harapnya.

Turut hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalsel, Hj. Masrupah Syarifuddin, Bupati H. Yamani bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tapin, Hj. Faridah, Wakil Bupati H. Juanda bersama Ketua II TP PKK Kabupaten Tapin Hj. Hj. Elya Hartati, Sekda Kabupaten Tapin, Unda Absori serta jajaran Forkopimda Kabupaten Tapin dan unsur terkait.

Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Tapin, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tapin, Kepala Desa Banua Halat Kanan sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Ustaz Ahmad Suryansyah, para kepala desa dan lurah di kawasan Banua Halat, para habaib, guru-guru, ulama, panitia, dan tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Gerai Terpadu IM3 dan 3 Resmi Hadir di Banjarbaru, Layanan Telekomunikasi Makin Dekat
PTAM Intan Banjar Sampaikan Ucapan Hari Kesaktian Pancasila 2026
Tanamkan Pola Makan Sehat Sejak Dini, Pemko Banjarbaru Kenalkan Pangan B2SA kepada Siswa
PTAM Intan Banjar Perluas Jaringan Air Bersih & Hidran Karhutla
Kejari Banjarbaru Musnahkan Barang Bukti Narkotika dari 65 Perkara
Idaman Terus Meningkatkan Pelayanan Bersama BPJS Kesehatan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Gerai Terpadu IM3 dan 3 Resmi Hadir di Banjarbaru, Layanan Telekomunikasi Makin Dekat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:24 WIB

PTAM Intan Banjar Sampaikan Ucapan Hari Kesaktian Pancasila 2026

Rabu, 30 September 2026 - 08:01 WIB

Tanamkan Pola Makan Sehat Sejak Dini, Pemko Banjarbaru Kenalkan Pangan B2SA kepada Siswa

Berita Terbaru