MEDIAKITA.CO.ID — RSUD Ratu Zalecha Martapura kembali menjalani Survei Akreditasi Rumah Sakit yang digelar oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP), Kamis (24/9/2026).
Penilaian ini menjadi langkah strategis bagi rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Banjar tersebut untuk mempertahankan predikat Akreditasi Paripurna yang sebelumnya telah diraih pada 2016 dan 2022.
Pembukaan survei dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, mewakili Bupati Banjar. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Noripansyah, Kepala BPKPAD Nashrullah Shadiq, Direktur RSUD Ratu Zalecha Arief Rachman, serta Tim Surveyor LARS DHP yang dipimpin Izaak Zoelkarnain Akbar, Mashuda, dan Maya Fauzi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Yudi Andrea menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar agenda evaluasi berkala, melainkan proses berkelanjutan untuk menjaga standar mutu pelayanan.
“Kita harus memastikan RSUD Ratu Zalecha senantiasa meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat keselamatan pasien, serta menjaga tata kelola rumah sakit yang transparan, efektif, dan akuntabel,” ujar Yudi Andrea.
Direktur RSUD Ratu Zalecha, Arief Rachman, menambahkan bahwa manajemen memandang survei akreditasi ini sebagai sarana pembinaan demi peningkatan kualitas layanan publik.
Poin penting dan fokus penilaian akreditasi RSUD Ratu Zalecha mencakup:
Konsistensi Mutu Layanan: Mempertahankan standar predikat Paripurna yang telah dicapai pada periode penilaian sebelumnya.
Keselamatan Pasien: Memperkuat budaya keselamatan dan tata kelola manajemen klinis yang transparan serta terukur.
Evaluasi Konstruktif: Memanfaatkan masukan dan rekomendasi tim surveyor LARS DHP sebagai bahan penyempurnaan fasilitas layanan kesehatan warga Banua.
Melalui survei akreditasi ini, RSUD Ratu Zalecha berkomitmen memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan pemerintah daerah di Kabupaten Banjar.













