MEDIAKITA.CO.ID — Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar menekankan pentingnya verifikasi dan validasi data dalam penyaluran bantuan rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni (RS-RTLH).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang memenuhi persyaratan dan membutuhkan hunian yang lebih layak.
Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar Hj Erny Wahdini mengatakan, ketepatan data menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan penerima bantuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Proses verifikasi dan validasi data harus dilakukan secara cermat agar bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat optimal bagi penerima,” ujarnya.
Proses verifikasi dan validasi tidak hanya dilakukan oleh Dinas Sosial. Pemerintah kecamatan dan desa turut dilibatkan bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) serta pendamping sosial.
Mereka bertugas memastikan data calon penerima sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Kondisi fisik rumah dan keadaan calon penerima juga menjadi bagian penting dalam proses pendataan. Data yang telah melalui verifikasi selanjutnya menjadi bahan dalam proses penetapan penerima bantuan.
Dengan mekanisme tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan bantuan tidak hanya tepat secara administrasi, tetapi juga sesuai dengan kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat.
Erny mengatakan, mekanisme verifikasi dan validasi tersebut telah disosialisasikan kepada TKSK se-Kabupaten Banjar, camat, aparat desa, dan pihak terkait.
Sosialisasi dilaksanakan di Aula Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar pada akhir September 2026.
Materi yang disampaikan meliputi persyaratan penerima bantuan, mekanisme verifikasi dan validasi data, tahapan pelaksanaan bantuan, serta pembagian peran antara kecamatan, desa, TKSK, dan pendamping sosial.
Erny berharap proses verifikasi secara berjenjang dapat memperkecil kesalahan dalam penyaluran bantuan RS-RTLH.
“Kami ingin program ini juga benar-benar menyasar keluarga berpenghasilan rendah yang membutuhkan hunian lebih layak, aman, dan sehat,” pungkasnya.













