DPRD Banjar Soroti Kinerja Bank Kalsel Martapura yang Anjlok

- Penulis

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIAKITA.CO.ID – Rapat antara Komisi II DPRD Kabupaten Banjar dan Bank Kalsel Cabang Martapura mengungkap fakta kurang menggembirakan. Kinerja bank milik daerah tersebut dilaporkan berada di posisi paling buncit dibandingkan seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan sepanjang 2025.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjar, Rahmat Saleh, menyampaikan bahwa berdasarkan paparan pihak bank, posisi Bank Kalsel Cabang Martapura mengalami penurunan signifikan. Dari sebelumnya menempati urutan kedua terbawah, kini turun ke peringkat terakhir dari total 13 daerah.

“Terjadi penurunan peringkat. Tahun ini posisinya paling bawah,” kata Rahmat usai rapat dengar pendapat (RDP), Rabu (4/2/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak dari kinerja tersebut juga dirasakan Pemerintah Kabupaten Banjar melalui penurunan dividen. Pada tahun 2024, dividen yang diterima tercatat sekitar Rp5,7 miliar dari total penyertaan modal lebih dari Rp62 miliar.

“Di 2025 dividen menurun menjadi sekitar Rp5,6 miliar. Ada selisih kurang lebih Rp100 juta,” ungkapnya.

Tak hanya soal dividen, DPRD Banjar juga menyoroti transparansi data penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Rahmat menyebut, Bank Kalsel melaporkan penyaluran KUR sebesar Rp7 miliar kepada 1.786 pelaku UMKM sepanjang 2025, namun tidak disertai data pengajuan yang ditolak.

Baca Juga:  Produksi Perikanan Banjar Capai 90 Persen, DKPP Optimistis Target Tahunan Tercapai

“Kami meminta penjelasan berapa UMKM yang tidak lolos KUR, tapi data itu belum bisa disampaikan secara rinci,” ujarnya.

Menurutnya, penyaluran KUR harus diawasi ketat agar tepat sasaran. Ia mengingatkan agar fasilitas kredit tersebut benar-benar diberikan kepada pelaku usaha yang aktif dan membutuhkan tambahan permodalan.

“Jangan sampai yang tidak punya usaha justru menerima, sementara UMKM yang layak malah tidak terakomodasi,” tegas Rahmat.

Sebagai tindak lanjut, Komisi II DPRD Banjar memastikan akan menggelar RDP lanjutan dengan Bank Kalsel. Namun sebelum itu, DPRD akan melakukan pembahasan internal serta koordinasi dengan sejumlah dinas teknis terkait.

“Setelah pembahasan internal dan koordinasi, baru kami jadwalkan RDP berikutnya,” katanya.

Di sisi lain, perwakilan Bank Kalsel yang hadir dalam rapat enggan memberikan pernyataan kepada media. Mereka menyebut kewenangan memberikan keterangan berada di tangan Kepala Cabang.

“Kami tidak bisa menyampaikan keterangan karena yang berwenang hanya Kepala Cabang. Saat ini beliau sedang sakit dan berhalangan hadir,” tutur salah satu perwakilan Bank Kalsel. (rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi
Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan
Kemarau Panjang, Stok Beras Banjar Diklaim Aman hingga 2027
Pemkab Banjar Tata Toko Swalayan, Wajib Sediakan 30 Persen Produk UMKM
Wabup Banjar Tegaskan Investasi Besar Wajib Libatkan UMKM dan Koperasi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan

Berita Terbaru