MEDIAKITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) kembali menggelar Festival Budaya Banjar (FBB) pada 13–15 Oktober 2026.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, tahun ini tiga cabang lomba dalam agenda tahunan tersebut ditingkatkan ke level provinsi. Ketiganya yakni Festival Sinoman Hadrah, Festival Musik Panting, dan Festival Rudat.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Banjar, Syahid, mengatakan peningkatan level tersebut merupakan upaya untuk memperluas jangkauan festival sekaligus memperkuat pelestarian budaya Banjar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk Festival Budaya Banjar tahun ini, kita mencoba menaikkan level. Dari empat item lomba, tiga di antaranya kita tingkatkan menjadi tingkat provinsi,” ujarnya.
Sementara itu, Festival Maulid Habsyi tetap dilaksanakan pada tingkat kabupaten. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan jumlah peserta dan keterbatasan waktu pelaksanaan.
Syahid menyebutkan, jumlah peserta Maulid Habsyi yang terdata sementara sudah mencapai sekitar 22 grup. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah hingga penutupan pendaftaran.
“Maulid Habsyi kita khususkan untuk tingkat kabupaten. Kalau dibuka ke tingkat provinsi, dikhawatirkan pesertanya terlalu banyak, sementara waktu pelaksanaan kita terbatas,” jelasnya.
FBB 2026 rencananya berlangsung selama tiga hari di halaman Kantor Kecamatan Martapura, tepatnya di kawasan Bincau.
Pada hari pertama, Selasa (13/10/2026), kegiatan dijadwalkan diisi dengan Festival Musik Panting dan Festival Rudat, sekaligus seremoni pembukaan. Panitia berharap Bupati Banjar dapat berhadir untuk membuka kegiatan tersebut.
Hari kedua, Rabu (14/10/2026), direncanakan menjadi pelaksanaan Festival Maulid Habsyi. Sementara pada hari ketiga, Kamis (15/10/2026), agenda dilanjutkan dengan Festival Sinoman Hadrah serta penampilan peserta program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).
Program GSMS tersebut melibatkan tujuh sekolah, terdiri atas lima sekolah menengah pertama (SMP) dan dua sekolah luar biasa (SLB). Para peserta akan menampilkan hasil pembelajaran seni, termasuk mamanda dan tari tradisional.
“Di hari ketiga, selain Sinoman Hadrah, juga ada penampilan dari program Gerakan Seniman Masuk Sekolah. Ada tujuh sekolah yang terlibat dan hasil pembelajaran seninya akan ditampilkan sekaligus pada penutupan,” katanya.
Meski demikian, susunan jadwal masih memungkinkan penyesuaian, terutama apabila jumlah peserta Maulid Habsyi melebihi perkiraan.
Syahid mengatakan pihaknya mempertimbangkan penambahan jadwal penampilan ke hari ketiga apabila jumlah peserta meningkat. Langkah tersebut dilakukan agar kesempatan tampil tetap terbuka bagi peserta tanpa mengganggu keseluruhan rangkaian acara.
“Kalau peserta Maulid Habsyi membludak, kita bisa menyesuaikan jadwal. Misalnya, sebagian peserta dialihkan ke hari ketiga. Kita tentu tidak ingin membatasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan pelestarian budaya ini,” ungkapnya.
Untuk tiga cabang lomba yang ditingkatkan ke tingkat provinsi, panitia juga telah menyesuaikan besaran hadiah agar sepadan dengan skala penyelenggaraan.
Sementara hadiah Festival Maulid Habsyi yang tetap berada pada tingkat kabupaten juga mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Syahid mencontohkan, hadiah yang sebelumnya berada di kisaran Rp3 juta kini meningkat menjadi sekitar Rp6 juta.
“Kalau untuk hadiah Maulid Habsyi, sebenarnya sudah kita naikkan dari sebelumnya. Dulu sekitar Rp3 juta, sekarang sudah di kisaran Rp6 juta,” terangnya.
Terkait anggaran, Syahid mengakui penyelenggaraan Festival Budaya Banjar (FBB) tahun ini turut menyesuaikan kebijakan efisiensi anggaran. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya agar agenda tahunan tersebut dapat terlaksana secara optimal.
“Memang harus kita akui ada efisiensi dan sedikit pengurangan anggaran. Namun, kegiatan ini tetap kita laksanakan karena merupakan agenda tahunan. Tinggal bagaimana penyesuaiannya agar tetap efisien dan efektif,” tuturnya.
Adapun anggaran penyelenggaraan Festival Budaya Banjar 2026 mencapai Rp377 juta untuk mendukung rangkaian kegiatan selama tiga hari, termasuk pelaksanaan empat cabang lomba dan penampilan seni budaya.
Adapun jumlah keseluruhan peserta dari empat cabang lomba masih dalam proses pemutakhiran. Panitia menjadwalkan penutupan pendaftaran pada 9 Oktober 2026, dengan kemungkinan perpanjangan apabila perkembangan jumlah peserta dinilai masih memungkinkan.
Melalui penyelenggaraan FBB 2026, Disbudporapar Kabupaten Banjar berharap kesenian tradisional tetap berkembang, sekaligus membuka ruang bagi seniman dan pelaku budaya dari daerah lain untuk berpartisipasi dalam pelestarian budaya Banjar.













