MEDIAKITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penguatan kompetensi dan perilaku petugas yang berada di garis depan pelayanan.
Upaya tersebut dilakukan Bagian Organisasi Setda Banjar berkolaborasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melalui Bimbingan Teknis Implementasi Budaya Pelayanan Prima melalui Penguatan Kompetensi dan Perilaku Petugas Front Office Mall Pelayanan Publik (MPP) di Holiday Inn, Gambut, Selasa (22/9/2026).
Bimtek dibuka Plt Asisten Administrasi Umum Setda Banjar Rakhmat Dhany didampingi Plt Kepala DPMPTSP Banjar Santi Nurlaela.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Selatan Riduannor dan diikuti 145 petugas Front Office perangkat daerah (PD) dan MPP Barokah.
Rakhmat Dhany mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Banjar meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Kabupaten Banjar.
“Kita patut bersyukur, berdasarkan PEKPPP Tahun 2025, Kabupaten Banjar memperoleh nilai 4,66 dengan kategori A atau PRIMA. Capaian ini tentu harus kita pertahankan dan terus tingkatkan. Untuk itu, kegiatan hari ini merupakan salah satu upaya kita untuk menjaga capaian tersebut, sekaligus memastikan kualitas pelayanan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dhany, penguatan kompetensi petugas Front Office penting dilakukan agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat semakin profesional, ramah dan responsif.
Ia berharap peserta dapat memperkuat pemahaman mengenai Service Excellence, termasuk dalam pengelolaan laporan pengaduan masyarakat.
Sementara itu, Plt Kepala DPMPTSP Banjar Santi Nurlaela mengatakan, Bimtek tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Banjar memperkuat kualitas pelayanan, khususnya melalui peningkatan kompetensi dan perilaku petugas Front Office.
“Kita menyadari bahwa masyarakat ketika datang mendapatkan pelayanan pemerintah mengharapkan hal-hal yang sederhana, yaitu informasi yang jelas, proses yang pasti, petugas yang ramah dan responsif, serta adanya kepastian ketika mereka menyampaikan pertanyaan maupun pengaduan,” terangnya.
Menurut Santi, pelayanan prima tidak cukup hanya mengandalkan SOP, sistem dan sarana prasarana. Kompetensi serta perilaku petugas juga sangat menentukan pengalaman masyarakat saat berinteraksi dengan pemerintah.
Front Office menjadi salah satu titik pertama masyarakat berhadapan dengan pemerintah. Karena itu, cara petugas menyambut, berkomunikasi, memberikan informasi, membantu hingga merespons masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas pelayanan.
Melalui kegiatan tersebut, Santi berharap materi Service Excellence tidak berhenti sebagai pengetahuan di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata di unit kerja masing-masing.
“Harapannya setelah mengikuti Bimtek ini terjadi perubahan yang nyata, seperti komunikasi yang lebih baik, informasi yang lebih mudah dipahami, respons yang lebih cepat, serta penanganan pengaduan yang lebih tertib dan solutif,” pungkasnya.













