Pemkab Banjar Siapkan Tambahan 150 Personel untuk Perkuat Penanganan Karhutla

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIAKITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menyiapkan tambahan personel untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut disampaikan Bupati Banjar H Saidi Mansyur usai menghadiri rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr Suharyanto di Posko Karhutla depan RSJ Sambang Lihum, Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Rabu (23/9/2026) siang.

Rapat koordinasi tersebut membahas penyamaan data penanganan karhutla, termasuk wilayah yang telah maupun belum mendapatkan penanganan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saidi menyebut, dari 20 kecamatan di Kabupaten Banjar, hampir 100 desa terdampak karhutla. Karena itu, diperlukan pemetaan dan penanganan yang lebih terfokus agar upaya pemadaman tidak tersebar dan dapat dilakukan secara maksimal.

“Tadi menyamakan persepsi soal data, data yang memang sudah dilakukan dan yang belum. Kami juga mencatat sehingga nantinya beberapa titik ini menjadi fokus agar tidak tersebar,” ujar Saidi.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Pemkab Banjar bersama unsur TNI, Polri dan relawan menyiapkan penambahan personel.

Sebanyak 5 hingga 10 tim baru akan dibentuk dengan kekuatan sekitar 15 personel setiap tim. Dengan skema tersebut, tambahan kekuatan yang disiapkan mencapai sekitar 150 personel untuk mendukung operasi pemadaman di sejumlah titik rawan karhutla.

Selain personel, BNPB juga memberikan dukungan berupa sarana dan peralatan pemadaman. Dukungan tersebut turut mencakup insentif atau upah harian bagi relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Siapkan Langkah Antisipasi Dampak Asap
Pemkab Banjar juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi terhadap dampak asap karhutla, khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Di sektor pendidikan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) disiapkan apabila kondisi asap di sekitar sekolah semakin pekat dan berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga:  Jadi Sorotan, Sengketa Tapal Batas HST–Kotabaru Dibahas Dalam Forum Internasional

Sementara di bidang kesehatan, pemerintah menyiapkan pasokan vitamin dan masker. Masyarakat juga diedukasi agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Saidi turut mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Oktober.

Berdasarkan informasi cuaca yang diterima, hujan diperkirakan mulai turun pada awal November, namun dengan intensitas yang masih rendah.

“Kurang lebih 50 hari kita masyarakat Kabupaten Banjar akan menghadapi kemarau panjang. Mudah-mudahan ini dibijaki dengan baik oleh masyarakat dan dihadapi bersama dengan pemerintah daerah serta seluruh komponen,” imbaunya.

Menhut Apresiasi Penanganan Karhutla di Kalsel
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, meski kondisi belum sepenuhnya aman, upaya bersama berbagai pihak dinilai mampu menekan dan mengendalikan titik api di daerah tersebut.

Dibandingkan sejumlah wilayah lain di Kalimantan, kondisi karhutla di Kalimantan Selatan dinilai relatif lebih terkendali.

“Alhamdulillah berkat kerja sama, bahu-membahu, dibanding Kalimantan yang lain, Kalimantan Selatan nomor satu,” ujar Raja Juli.

Namun, ia mengingatkan agar apresiasi tersebut tidak membuat seluruh pihak lengah. Penanganan karhutla harus terus diperkuat karena masyarakat masih merasakan dampak asap.

Raja Juli juga menekankan pentingnya memperkuat pasukan darat. Berdasarkan hasil evaluasi penanganan karhutla di sejumlah provinsi, pasukan darat masih menjadi kekuatan utama dalam upaya pemadaman.

Karena itu, penguatan personel di lapangan dinilai penting untuk memastikan penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terfokus, terutama di wilayah yang masih terdapat titik api maupun kepulan asap.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan
Kemarau Panjang, Stok Beras Banjar Diklaim Aman hingga 2027
Pemkab Banjar Tata Toko Swalayan, Wajib Sediakan 30 Persen Produk UMKM
Wabup Banjar Tegaskan Investasi Besar Wajib Libatkan UMKM dan Koperasi
Satlinmas Banjar Dibekali Kemampuan Hadapi Situasi Darurat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 04:47 WIB

Pemkab Banjar Tata Toko Swalayan, Wajib Sediakan 30 Persen Produk UMKM

Berita Terbaru