PTAM Intan Banjar Tindak Lanjuti Keluhan Distribusi Air di Tatah Layap

- Penulis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIAKITA.CO.ID – Warga Desa Tatah Layap, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, mengeluhkan gangguan distribusi air bersih yang berlangsung sejak Juli 2026. Meski air mulai kembali mengalir pada waktu tertentu, debitnya masih kecil sehingga belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Keluhan tersebut disampaikan dalam audiensi antara warga, Aliansi DEMA PTKIN se-Indonesia Wilayah Kalimantan Selatan, dan jajaran PT Air Minum Intan Banjar (Perseroda), Kamis (1/10/2026).

Koordinator Daerah Kalimantan Selatan Aliansi DEMA PTKIN se-Indonesia, Khairul Fikri, mengatakan warga meminta perusahaan segera memulihkan distribusi air bersih, menjelaskan penyebab gangguan, serta memberikan kepastian mengenai target penyelesaian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menyampaikan poin tuntutan dan ada solusi jangka pendek serta solusi jangka panjang yang disampaikan langsung oleh Dirut PTAM Intan Banjar,” ujar Khairul.

Salah satu tuntutan warga ialah penyediaan air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis selama distribusi melalui jaringan perpipaan belum normal.

Menurut Khairul, gangguan tersebut berdampak terhadap ratusan rumah yang tersebar di RT 1 hingga RT 6. Warga pun kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih, terlebih wilayah Tatah Layap berada di kawasan perbatasan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

“Air merupakan objek vital dan sumber kehidupan bagi masyarakat. Kami mendesak PTAM Intan Banjar melakukan penyaluran air bersih yang memadai untuk wilayah Tatah Layap,” katanya.

Salah seorang warga, Haudi Sultan, mengatakan gangguan distribusi mulai dirasakan sejak Juli 2026. Saat ini, air memang sudah kembali mengalir pada waktu tertentu, termasuk malam hari, tetapi debitnya masih terbatas.

Baca Juga:  Dishub Balangan Perluas Jaringan Program Balangan Terang

“Dari bulan Juli mati. Sampai sekarang, untuk sekarang ini ada nyala, malam juga nyalanya. Keluarnya masih tidak deras, tapi cukup,” ungkap Haudi.

Selama distribusi terganggu, warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Haudi menyebut harga air yang dibeli berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per galon.

Pengeluaran tersebut dinilai cukup membebani warga karena kebutuhan air bersih setiap keluarga tidak cukup hanya satu galon per hari.

“Sedangkan kebutuhan masyarakat tidak hanya satu galon per hari. Jadi lumayan boncos juga kalau dikalikan berapa galon dalam sehari,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga dengan menerjunkan tim untuk memeriksa kondisi jaringan distribusi di lapangan.

“Nanti kita tindak lanjuti. Tim kita turun ke lapangan,” kata Syaiful.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan distribusi air. Jika ditemukan masalah teknis pada jaringan, PTAM akan melakukan perbaikan sesuai hasil pemeriksaan.

“Akan kita cek. Kalau ada apa-apa ya pasti diperbaiki,” jelasnya.

Syaiful menambahkan, langkah penanganan selanjutnya akan ditentukan setelah tim memperoleh hasil pemeriksaan di lapangan. Ia juga menyebut masukan yang disampaikan warga dalam audiensi menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada pelanggan.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan
Kemarau Panjang, Stok Beras Banjar Diklaim Aman hingga 2027
Pemkab Banjar Tata Toko Swalayan, Wajib Sediakan 30 Persen Produk UMKM
Wabup Banjar Tegaskan Investasi Besar Wajib Libatkan UMKM dan Koperasi
Satlinmas Banjar Dibekali Kemampuan Hadapi Situasi Darurat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 04:47 WIB

Pemkab Banjar Tata Toko Swalayan, Wajib Sediakan 30 Persen Produk UMKM

Berita Terbaru