RSUD Raza Martapura Tetap Buka 24 Jam Saat Ramadan, Poli Rawat Jalan Disesuaikan
MEDIAKITA.CO.ID – RSUD Ratu Zalecha (Raza) Martapura memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan normal selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Direktur RSUD Raza Martapura, Arief Rachman, menegaskan rumah sakit tetap beroperasi selama 24 jam tanpa pengurangan layanan.
“Untuk pelayanan di rumah sakit tidak ada perubahan selama Ramadan maupun menjelang Idulfitri. Rumah sakit tetap buka 24 jam,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Meski demikian, terdapat penyesuaian jam layanan khusus untuk poli rawat jalan selama bulan puasa. Untuk hari Senin hingga Kamis, pelayanan poli dibuka pukul 08.00 hingga 11.00 Wita. Sementara hari Jumat pukul 08.00 hingga 10.00 Wita, dan Sabtu kembali pukul 08.00 hingga 11.00 Wita.
Sementara itu, layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan perawatan pasien rawat inap tetap beroperasi tanpa henti.
“Untuk IGD tidak pernah tutup, perawatan pasien rawat inap juga tidak pernah berhenti. Jadi hanya ada penyesuaian jam layanan di poli sepanjang bulan puasa maupun nanti saat Idulfitri,” jelasnya.
Arief menambahkan, saat masa cuti bersama Idulfitri kemungkinan layanan poli rawat jalan akan ditutup sementara. Namun pasien dengan kondisi darurat tetap dapat dilayani melalui IGD.
Terkait tren penyakit selama Ramadan, Arief menyebutkan kasus yang paling sering ditemui umumnya gangguan pencernaan akibat perubahan pola makan.
“Biasanya tidak jauh dari gangguan pencernaan seperti gastritis atau maag. Perubahan pola makan yang tidak teratur juga bisa memperparah penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes,” terangnya.
Selain menjaga pelayanan kesehatan, RSUD Raza Martapura juga menyiapkan sejumlah kegiatan internal dan sosial selama Ramadan. Salah satunya adalah rencana buka puasa bersama karyawan dan keluarga besar rumah sakit.
Tak hanya itu, rumah sakit juga akan bekerja sama dengan Radar Banjar Peduli dalam kegiatan Sahur on The Road yang ditujukan untuk membagikan makanan sahur kepada para penunggu pasien.
“Pasien sudah mendapatkan makanan sesuai diet dari rumah sakit, jadi pembagian sahur ini khusus untuk penunggu pasien,” jelas Arief.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada awal Maret mendatang.
Di sisi lain, manajemen rumah sakit juga memastikan dukungan bagi tenaga kesehatan yang tetap bertugas selama Ramadan dengan menyediakan fasilitas sahur dan buka puasa di lingkungan rumah sakit.
“Kami meminta teman-teman tetap semangat. Bekerja sambil berpuasa pahalanya berlipat. Alhamdulillah, tidak ada pengurangan jam kerja maupun layanan,” pungkasnya. (rdn)

