Wabup Banjar Hadiri Apel dan Rakor Kesiapsiagaan Karhutla Kalsel 2025

- Penulis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 02:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al Habsyi menghadiri Apel dan Rakor Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Provinsi Kalsel Tahun 2025, Kamis (7/8/2025). Foto – MC Banjar untuk Mediakita.co.id

MEDIAKITA.CO.ID- Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, menghadiri Apel dan Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, Kamis (7/8/2025) pagi. Kegiatan ini digelar di Lapangan Sepak Bola Lanud Sjamsudin Noor dan dilanjutkan dengan melakukan rapat kordinasi di Hotel Novotel Banjarbaru.

Apel dipimpin langsung Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq. Dalam arahannya, Hanif menegaskan Karhutla berdampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, hingga kerugian ekonomi dan sosial.
“Penanganannya harus dilakukan secara luar biasa, terpadu, dan berkelanjutan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hanif memaparkan, berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau di Kalsel diperkirakan terjadi pada Agustus hingga Oktober 2025. Kondisi ini menjadi dasar pentingnya peningkatan kesiapsiagaan dan kewaspadaan sejak dini.

Ia mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan deteksi dini, mempercepat respon lapangan, melaksanakan patroli rutin di wilayah rawan kebakaran, serta mengaktifkan posko lapangan. Pemantauan titik panas juga diminta dilakukan secara berkala.

Baca Juga:  Diskop UKM Kalsel Siap Dukung Pemulihan Pasca Bencana Melalui Penguatan UMKM dan Koperasi

“Kecepatan respon dan koordinasi lintas sektor sangat menentukan keberhasilan penanganan Karhutla,” tegasnya.

Hanif juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta mendorong penguatan kelompok masyarakat peduli api dan desa tangguh bencana.

“Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan konsisten terhadap pelaku Karhutla, baik individu maupun korporasi, agar menimbulkan efek jera,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel H. Muhidin mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia juga berharap teknologi modifikasi cuaca dapat diterapkan di Kalsel seperti di daerah lain, guna mendorong turunnya hujan.

Usai apel, kegiatan berlanjut dengan Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla Provinsi Kalsel di Hotel Novotel Banjarbaru. Rakor ini dihadiri Menteri Lingkungan Hidup, Gubernur Kalsel, Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Irjen Pol. Riza Irawan, Deputi Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto, serta jajaran Forkopimda Provinsi Kalsel. (adv/rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi
Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan
Kemarau Panjang, Stok Beras Banjar Diklaim Aman hingga 2027
Pemkab Banjar Tata Toko Swalayan, Wajib Sediakan 30 Persen Produk UMKM
Wabup Banjar Tegaskan Investasi Besar Wajib Libatkan UMKM dan Koperasi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan

Berita Terbaru