Ribuan Hektare Sawah di Banjar Terendam, 1.297 Hektare Gagal Panen
MEDIAKITA.CO.ID – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar berdampak signifikan terhadap sektor pertanian, khususnya tanaman padi. Dinas Pertanian Kabupaten Banjar mencatat ribuan hektare lahan pertanian terdampak, bahkan sebagian di antaranya mengalami puso atau gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, mengatakan banjir akibat perubahan iklim merendam lahan pertanaman padi di beberapa kecamatan. Total benih padi yang terdampak mencapai 6.780 kilogram, benih lacakan 250 kilogram, serta tanaman padi yang sudah ditanam seluas sekitar 1.563 hektare.

“Dari luasan tersebut, yang dinyatakan puso atau tidak dapat diselamatkan sama sekali mencapai 1.297 hektare. Untuk benih, dari 6.780 kilogram itu sebanyak 6.445 kilogram dinyatakan puso, sedangkan lacakan dari 250 kilogram, 147 kilogram di antaranya puso,” ujar Warsita.


Ia menjelaskan, wilayah terdampak paling luas berada di Kecamatan Beruntung Baru dengan luas puso mencapai sekitar 991 hektare. Selain itu, Kecamatan Martapura Barat terdampak sekitar 141 hektare dan Martapura Timur sekitar 121 hektare.
Penetapan status puso tersebut, lanjut Warsita, dilakukan oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) di lapangan. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar pengusulan bantuan, baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun dari pemerintah pusat.
“Kami akan mengusulkan bantuan, baik dari APBD maupun dana pusat. Kemarin juga sudah dilakukan rapat dengan Kementerian Pertanian, khususnya terkait program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan. Semua lahan terdampak akan kita inventarisir,” jelasnya.
Menurut Warsita, bantuan yang akan diberikan antara lain berupa benih padi dan dukungan sarana prasarana pertanian. Untuk alat dan mesin pertanian (alsintan), sebagian sudah disalurkan melalui kelompok tani maupun brigade pangan.
“Kalau alat sudah kita bagikan. Harapannya, begitu kondisi iklim memungkinkan, petani bisa langsung mempercepat pengolahan lahan dan tanam,” katanya.
Selain padi, Dinas Pertanian juga masih mendata dampak banjir terhadap tanaman hortikultura seperti cabai. Namun sementara ini, kerusakan paling nyata terjadi pada tanaman padi.
Warsita juga menyebutkan, sebagian lahan padi telah masuk program asuransi pertanian. Di antaranya, di Kecamatan Martapura Barat seluas 90 hektare dan Martapura Timur sekitar 24 hektare yang sudah mengajukan klaim asuransi. Meski demikian, bantuan tetap akan diusulkan kepada pemerintah.
“Klaim asuransi tetap berjalan, namun bantuan pemerintah juga tetap kita ajukan agar petani bisa segera bangkit,” tegasnya.
Ia pun mengimbau kelompok tani dan brigade pangan agar memanfaatkan bantuan alsintan secara maksimal. Dengan dukungan peralatan tersebut, pengolahan lahan diharapkan lebih cepat sehingga petani dapat melakukan percepatan tanam.
“Intinya percepatan tanam. Kalau cuaca sudah bagus, langsung tanam. Harapannya bisa dua kali tanam, apalagi musim kemarau diperkirakan datang lebih cepat,” pungkas Warsita.


