Didominasi Korsleting Listrik, 65 Kebakaran Terjadi di Banjar Sepanjang 2025

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sumber api di kabel listrik. Foto – Istimewa

MEDIAKITA.CO.ID – Sepanjang 2025, kasus kebakaran di Kabupaten Banjar masih didominasi oleh arus pendek listrik atau korsleting. Kondisi kabel yang semrawut dan telah aus menjadi pemicu utama rumah warga dilalap si jago merah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, mengungkapkan sebagian besar rumah yang terbakar mengalami korsleting akibat instalasi listrik yang tidak lagi layak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak bisa disalahkan juga warga karena biasanya terjepit kondisi ekonomi untuk memperbaiki kabel itu. Kalau kami selalu melakukan pencegahan berupa sosialisasi penanganan pertama kebakaran,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, kondisi ekonomi masyarakat kerap menjadi kendala dalam melakukan peremajaan instalasi listrik. Padahal, jaringan kabel yang sudah tua dan tidak tertata berisiko tinggi memicu percikan api.

Sementara itu, terkait capaian kinerja yang tidak memenuhi target dalam Rapat Evaluasi Pembangunan 2025, Agus menegaskan bahwa peristiwa kebakaran bersifat tidak dapat diprediksi.

Baca Juga:  Pemkab Banjar Soroti Perumahan Bermasalah, Satpol PP Siap Bertindak

“Kebakaran itu unpredictable (tidak dapat diprediksi). Dari sisi penanggulangan, kami tidak mencapai target terbalik. Target yang ditentukan Bappedalitbang tidak boleh lebih dari 61 kejadian kebakaran, tetapi pada 2025 terjadi 65 kebakaran,” jelasnya.

Dari total 65 kejadian tersebut, tercatat 86 unit bangunan terdampak. Rinciannya, 39 bangunan mengalami rusak parah, 10 rusak sedang, dan 37 rusak ringan.

“Rata-rata penyebab kebakaran di antara bangunan itu karena korsleting listrik yang dipicu kondisi jaringan instalasi listrik sudah memasuki masa aus dan perlu peremajaan secara masif,” pungkasnya.

Melihat tingginya kasus akibat instalasi listrik yang tidak layak, intervensi pemerintah dinilai diperlukan. Terutama peran Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui program peremajaan atau bantuan instalasi listrik bagi masyarakat kurang mampu, guna menekan risiko kebakaran yang dapat menghanguskan harta benda bahkan merenggut nyawa. (rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Banjar Perluas Ajang Budaya, Sinoman Hadrah hingga Musik Panting Bersaing di Level Provinsi
Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi
DPKP Banjar Kerahkan Empat Penyelam Bantu Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan
Kemarau Panjang, Stok Beras Banjar Diklaim Aman hingga 2027

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Pemkab Banjar Perluas Ajang Budaya, Sinoman Hadrah hingga Musik Panting Bersaing di Level Provinsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:36 WIB

DPKP Banjar Kerahkan Empat Penyelam Bantu Pencarian Korban KM Virgo Transport 8

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Berita Terbaru