Belajar dari Sleman, TP Posyandu Banjarbaru Perkuat Transformasi Layanan Enam Bidang SPM

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIAKITA.CO.ID – Transformasi Posyandu tak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan. Kolaborasi lintas sektor, pembagian tugas yang jelas, hingga integrasi data menjadi kunci agar pelayanan dasar masyarakat semakin dekat, mudah diakses, dan tepat sasaran.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Kota Banjarbaru, H. Riandy Hidayat, S.E., M.M., bersama jajaran TP Posyandu, kepala puskesmas, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, melaksanakan study tiru ke TP Posyandu Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang OPROOM Gedung Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi transformasi Posyandu di Kota Banjarbaru, khususnya dalam pemantapan pelayanan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabupaten Sleman menjadi rujukan pembelajaran, terutama dalam membangun tata kelola Posyandu yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Mulai dari TP PKK, TP Posyandu, dinas atau OPD terkait, puskesmas, hingga pemerintah kalurahan dan kapanewon, seluruhnya memiliki peran yang saling mendukung.

Ketua TP Posyandu Kota Banjarbaru, H. Riandy Hidayat, mengapresiasi sinergi yang telah dibangun Kabupaten Sleman. Menurutnya, kejelasan struktur, pembagian tugas, dan hubungan kerja antarlembaga merupakan aspek penting yang perlu dipelajari untuk memperkuat pelaksanaan Posyandu di Banjarbaru.

“Sinergi dan pembagian tugas yang jelas antara TP PKK, TP Posyandu, dinas atau OPD terkait, puskesmas hingga pemerintah di tingkat kelurahan menjadi hal penting yang perlu kita pelajari dan kaji penerapannya di Kota Banjarbaru,” ujar Riandy.

Ia menegaskan, konsep New Posyandu atau Posyandu Siklus Kehidupan menuntut perubahan cara pandang terhadap pelayanan masyarakat. Posyandu tidak lagi hanya dipahami sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai wadah pelayanan dasar yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Pemkab Balangan Salurkan BLT APBD 2025 di Kecamatan Awayan

Karena itu, penguatan kelembagaan dan koordinasi antarpemangku kepentingan menjadi fondasi agar transformasi Posyandu dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Melalui study tiru ini, TP Posyandu Kota Banjarbaru juga menggali referensi untuk memantapkan rencana kerja implementasi enam bidang SPM, meningkatkan kapasitas kader, memperkuat integrasi layanan primer berbasis siklus kehidupan, serta mengembangkan sistem informasi melalui dashboard Posyandu.

Pengembangan dashboard menjadi salah satu perhatian penting karena integrasi data dibutuhkan untuk memantau perkembangan pelayanan, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, dan mendukung pengambilan kebijakan yang lebih terukur.

“Ke depan, dashboard ini diharapkan dapat dirancang dengan prinsip kolaborasi antar-OPD pengampu, sehingga data dan informasi pelayanan Posyandu dapat terintegrasi, mudah dipantau, dan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan,” jelasnya.

Dengan sistem yang terintegrasi, setiap OPD diharapkan dapat menjalankan perannya secara lebih terarah, sekaligus memperkuat koordinasi dalam memenuhi kebutuhan pelayanan dasar masyarakat.

Riandy menegaskan, penguatan Posyandu harus berorientasi pada manfaat nyata. Keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi atau sistem yang dibangun, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan layanan yang berkualitas, mudah dijangkau, dan sesuai kebutuhan warga.

Upaya tersebut sejalan dengan visi Banjarbaru EMAS, yakni Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera. Melalui sinergi TP Posyandu, TP PKK, perangkat daerah, puskesmas, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan, Kota Banjarbaru berupaya memperkuat Posyandu sebagai salah satu ujung tombak pelayanan dasar yang terintegrasi.

Dari pembelajaran di Sleman, Banjarbaru diharapkan dapat menghimpun praktik baik yang relevan untuk diterapkan sesuai kebutuhan daerah. Tujuannya jelas: membangun Posyandu yang tidak hanya aktif menjalankan kegiatan, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan lintas sektor yang semakin terarah, terukur, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Gerai Terpadu IM3 dan 3 Resmi Hadir di Banjarbaru, Layanan Telekomunikasi Makin Dekat
PTAM Intan Banjar Sampaikan Ucapan Hari Kesaktian Pancasila 2026
Tanamkan Pola Makan Sehat Sejak Dini, Pemko Banjarbaru Kenalkan Pangan B2SA kepada Siswa
PTAM Intan Banjar Perluas Jaringan Air Bersih & Hidran Karhutla
Kejari Banjarbaru Musnahkan Barang Bukti Narkotika dari 65 Perkara
Idaman Terus Meningkatkan Pelayanan Bersama BPJS Kesehatan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Gerai Terpadu IM3 dan 3 Resmi Hadir di Banjarbaru, Layanan Telekomunikasi Makin Dekat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:24 WIB

PTAM Intan Banjar Sampaikan Ucapan Hari Kesaktian Pancasila 2026

Rabu, 30 September 2026 - 08:01 WIB

Tanamkan Pola Makan Sehat Sejak Dini, Pemko Banjarbaru Kenalkan Pangan B2SA kepada Siswa

Berita Terbaru