Home » Pembangunan GOR Indoor Desa Indrasari Dilakukan Bertahap, Disbudporapar Banjar Tegaskan Kontraktor Tidak Kabur

Pembangunan GOR Indoor Desa Indrasari Dilakukan Bertahap, Disbudporapar Banjar Tegaskan Kontraktor Tidak Kabur

MEDIAKITA.CO.ID – Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, Irwan Jaya, memberikan penjelasan terkait progres pembangunan GOR Indoor yang berlokasi di Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu (18/2/2026).

Irwan menjelaskan, pembangunan gedung tersebut dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap pertama, proyek ini mendapatkan anggaran kurang lebih sebesar Rp5 miliar dengan masa pelaksanaan selama 150 hari.

“Pada tahap pertama, pekerjaan difokuskan pada konstruksi pondasi. Kami menggunakan sistem pancang dengan jumlah sekitar 244 titik,” ujarnya.

Ia menerangkan, berdasarkan hasil tes Pile Driving Analyzer (PDA), daya dukung pondasi mampu mencapai hingga 49 ton dengan kedalaman rencana sekitar 16 meter. Namun dalam pelaksanaan di lapangan, pada kedalaman 10 meter pondasi sudah mencapai titik kekuatan yang dipersyaratkan.

“Karena sudah memenuhi standar kekuatan di 10 meter, maka sisa kedalaman dari rencana awal kami maksimalkan untuk titik pancang lainnya,” jelasnya.

Menurut Irwan, kondisi tersebut yang menimbulkan kesan seolah-olah ada beberapa pancangan yang belum diselesaikan. Padahal, hal itu merupakan penyesuaian teknis dari rencana awal.

Ia menambahkan, pada perencanaan awal pancangan diselimuti dengan sistem yang dikenal masyarakat sebagai “cakar ayam”. Sementara tambahan pancangan dari sisa kedalaman tersebut belum dilakukan penyelimutan karena keterbatasan anggaran pada tahap pertama.

“Penyelimutan pancangan itu akan kami lanjutkan pada tahap kedua. Jadi tahap pertama memang fokus pada pemasangan pondasi,” katanya.

Saat ini, Disbudporapar masih melakukan review dan penyesuaian harga sesuai kondisi terbaru. Pihaknya juga meminta konsultan perencana melakukan pembaruan perhitungan anggaran agar sesuai dengan harga yang berlaku saat ini.

Irwan berharap proses kaji ulang bersama Pokja Pengadaan dapat dilakukan pada awal Ramadan. Jika seluruh persiapan tahap kedua telah rampung, maka pelelangan direncanakan bisa dilaksanakan pada pertengahan Ramadan atau sekitar awal Maret.

Terkait isu yang beredar bahwa kontraktor proyek GOR Indoor tersebut kabur dan pekerjaan tidak selesai, Irwan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

“Pekerjaan telah dilaksanakan sesuai kontrak dengan masa pelaksanaan 150 hari. Bahkan penyedia jasa menyelesaikan pekerjaan sebelum batas waktu dan pada akhir November sudah mengajukan pemeriksaan pekerjaan,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa saat dilakukan klarifikasi di lapangan, pihak kontraktor hadir langsung untuk memberikan penjelasan.

“Jadi berita yang menyebutkan kontraktor kabur dan pekerjaan melampaui batas waktu itu tidak benar,” pungkasnya. (rdn)