Pemkot Banjarbaru Klaim Banjir Berkurang, Kini Tersisa Delapan Titik Rawan
salah satu titik banjir. Foto – Istimewa
MEDIAKITA.CO.ID – Pemerintah Kota Banjarbaru terus melakukan berbagai upaya mitigasi banjir. Salah satunya melalui normalisasi sungai yang dilaksanakan oleh Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Banjarbaru, M Deny Pramudji, mengatakan hingga tahun 2025 pihaknya telah melakukan normalisasi sungai sebagai langkah jangka pendek penanganan banjir. Total panjang sungai yang telah dinormalisasi mencapai 12 kilometer dan tersebar di sejumlah wilayah.
“Normalisasi sungai ini cukup signifikan dalam mengurangi banjir. Terbukti dari berkurangnya titik rawan banjir di Kota Banjarbaru,” ujar Deny.
Ia menyebutkan, pada tahun 2023 terdapat 53 titik rawan banjir. Namun, hingga 2025 jumlah tersebut menurun drastis dan kini hanya tersisa delapan hingga sembilan titik.
Adapun delapan titik yang masih rawan banjir berada di Kampung Iwak Kecamatan Banjarbaru Utara, Tambak Buluh Kecamatan Landasan Ulin, Kompleks Teras Pelangi dan Pengayuan Kecamatan Liang Anggang, serta Ujung Murung dan Bangkal Kecamatan Cempaka.
Menurut Deny, wilayah Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang termasuk dataran rendah dengan ketinggian 0–1 meter di atas permukaan laut (MDPL). Kondisi tersebut menyebabkan genangan banjir bertahan lebih lama saat hujan deras.
Sementara itu, karakter banjir di Kecamatan Cempaka berbeda. Banjir di wilayah tersebut relatif cepat surut karena umumnya disebabkan limpahan air dari Gunung Kupang dan Kiram.
“Untuk Cempaka, banjir cukup teratasi dengan adanya Embung Gunung Kupang yang berfungsi sebagai pusat tangkapan air,” jelasnya.
Selain normalisasi sungai, Pemkot Banjarbaru juga terus memperkuat upaya pengendalian banjir melalui pembangunan embung serta penambahan sumur resapan di sejumlah titik. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan memberikan perlindungan lebih bagi masyarakat. (rdn)

