Tadarus Puisi ke-20 Hadir di Arena Pasar Wadai, Usung Tema “142 Penyair Menuju Bulan”

Saat Rapat untuk kegiatan Tadarus Puisi ke-20 di aula Disporabudpar Banjarbaru. Foto – Raden
MEDIAKITA.CO.ID – Tadarus Puisi ke-20 kembali digelar sebagai agenda tahunan bidang sastra di Banjarbaru. Ketua Pelaksana, Ali Syamsudin Arsi, menyampaikan bahwa kegiatan ini sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, sehingga pelaksanaan tahun ini menandai penyelenggaraan ke-20 sejak pertama kali digelar.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berpindah-pindah lokasi—mulai dari Taman Air Mancur, kawasan Minggu Raya, hingga halaman dinas—kali ini kegiatan dipusatkan di Arena Pasar Wadai. Pemilihan lokasi di tengah keramaian bertujuan untuk lebih mendekatkan sastra kepada masyarakat.

“Karena tempatnya terbuka dan ramai pengunjung, ini menjadi momentum baik untuk mensosialisasikan tadarus puisi sekaligus memperkenalkan tokoh dan pegiat sastra Banjarbaru serta peserta dari berbagai daerah,” ujarnya.
Kegiatan akan dilaksanakan pada 6 Maret dan diawali dengan bedah buku menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Abah Arsyad Indradi. Hingga saat ini, persiapan panitia telah mencapai sekitar 85 persen dan tinggal menyelesaikan teknis pelaksanaan di lapangan.
Tahun ini, tema yang diangkat adalah “142 Penyair Menuju Bulan”, diambil dari judul buku suntingan Abah Arsyad Indradi yang terbit pada 2006. Buku tersebut menghimpun 142 penyair Nusantara dan menjadi bentuk apresiasi atas kegigihan dalam merangkum karya-karya lintas daerah.
Panitia menargetkan partisipasi dari 13 kabupaten dan 2 kota di Kalimantan Selatan, baik melalui perwakilan dewan kesenian maupun peserta personal. Selain penampilan yang telah dijadwalkan, masyarakat umum juga diberi kesempatan untuk membacakan puisi dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan panitia.
Sementara itu, Kepala Disporabudpar Banjarbaru, Noor Purbani Sukma Alamsyah, mengapresiasi konsistensi para pegiat sastra yang terus menjaga eksistensi Tadarus Puisi hingga memasuki penyelenggaraan ke-20.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi, silaturahmi, serta penguatan ekosistem literasi dan kebudayaan di Banjarbaru. Ia menilai pemilihan Arena Pasar Wadai sebagai lokasi kegiatan merupakan langkah strategis untuk mendekatkan sastra kepada masyarakat luas.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena mampu menghadirkan sastra di tengah ruang publik. Ini menjadi bukti bahwa literasi dan seni dapat tumbuh berdampingan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujarnya.
Ia berharap Tadarus Puisi ke-20 dapat menjadi momentum kebangkitan sastra daerah, memperkuat kolaborasi antarpegiat seni, serta mendorong lahirnya generasi penyair muda di Banjarbaru dan Kalimantan Selatan. Pemerintah Kota Banjarbaru, lanjutnya, akan terus berkomitmen memberikan dukungan terhadap kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter dan identitas daerah.
Melalui pelaksanaan di ruang publik yang ramai, Tadarus Puisi ke-20 diharapkan mampu menumbuhkan semangat bersastra dan memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya sastra di Banjarbaru dan Kalimantan Selatan. (rdn)


