Home » DKPP Banjar Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Jelang Peringatan Momen 5 Rajab

DKPP Banjar Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Jelang Peringatan Momen 5 Rajab

Kepala DKPP Banjar, Sipliansyah. Foto – Raden

MEDIAKITA.CO.ID – Menjelang peringatan momen 5 Rajab (Rutinan Malam Senin Sekumpul), Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar memastikan ketersediaan bahan pangan, terutama beras dan ikan, dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kepala DKPP Banjar, Sipliansyah, mengatakan bahwa berdasarkan data terakhir, Kabupaten Banjar masih mengalami surplus gabah.

“Insya Allah stok ikan dan beras kita aman. Berdasarkan data statistik, kita masih surplus gabah, dan jika digiling menjadi beras, ketersediaan itu bisa bertahan hingga Juli 2026,” ujarnya Rabu (12/11/2025).

Ia menjelaskan, perhitungan tersebut didasarkan pada perbandingan antara jumlah produksi gabah dan konsumsi penduduk, termasuk distribusi beras yang dikirim ke kabupaten tetangga maupun provinsi lain.

“Surplus kita kemarin sekitar 28.000 ton, jadi kondisi pangan masih sangat terkendali,” jelasnya.

Menanggapi kemungkinan meningkatnya jumlah pengunjung selama momen 5 Rajab, Sipliansyah menegaskan bahwa pasokan beras tetap aman.

“Dengan banyaknya masyarakat yang datang, biasanya juga ada beras masuk dari luar. Bulog dan distributor sudah siap memasok tambahan stok jika diperlukan,” katanya.

Menurutnya, distribusi beras tidak hanya bergantung pada produksi lokal.
“Selain dari petani di Banjar, distributor juga mengambil beras dari luar daerah untuk menjaga keseimbangan stok dan permintaan selama acara besar nanti,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sipliansyah mengimbau agar para pelaku usaha pangan dan perikanan tetap menjaga kestabilan harga.

“Kami berharap stok pangan untuk momen 5 Rajab ini tetap terpenuhi dan tidak ada kenaikan harga yang signifikan, karena itu bisa memengaruhi tingkat inflasi daerah,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antar pelaku usaha, terutama dalam menjaga rantai pasok pangan tetap lancar.

“Kita ingin kegiatan keagamaan besar ini berjalan dengan baik tanpa kendala ketersediaan bahan pangan,” pungkasnya. (rdn)