Produksi Perikanan Banjar Capai 90 Persen, DKPP Optimistis Target Tahunan Tercapai
Salah satu kolam produksi budidaya Kabupaten Banjar. Foto – Raden


MEDIAKITA.CO.ID – Produksi perikanan di Kabupaten Banjar menunjukkan capaian positif hingga triwulan ketiga tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, sektor budidaya telah mencapai hampir 90 persen dari target tahunan.
Kepala DKPP Banjar, Sipliansyah, menjelaskan bahwa hingga triwulan ketiga, produksi perikanan budidaya sudah mencapai 46.919 ton dari target 55.000,098 ton.
“Kalau dipersentasekan, itu sudah hampir 90 persen dari target produksi budidaya,” ujarnya.
Sementara untuk produksi perikanan tangkap, lanjutnya, realisasi saat ini telah mencapai 6.950,6 ton dari target 9.140,6 ton, atau sekitar 76 persen.
“Insya Allah, baik budidaya maupun tangkap, keduanya bisa tercapai pada triwulan keempat nanti,” tambah Sipliansyah dengan optimis.
Meski demikian, pihaknya tetap mewaspadai dampak musim penghujan terhadap sektor perikanan, terutama pada kegiatan budidaya di kolam maupun karamba.
“Kami sudah menyampaikan imbauan kepada pembudidaya agar siap menghadapi curah hujan tinggi yang bisa menyebabkan banjir,” jelasnya.
Ia mengingatkan para pelaku usaha perikanan untuk melakukan langkah antisipasi dini. “Segera perkuat tali jaring, perbaiki karamba, dan pasang hapa atau jaring di kolam agar ikan tidak lepas ketika air meluap,” pesannya.
Untuk sektor perikanan tangkap, Sipliansyah mengakui hasil tangkapan di perairan umum cenderung menurun pada musim hujan.
“Air yang meluap ke berbagai area membuat ikan menyebar, sehingga hasil tangkapan nelayan berkurang,” katanya.
Sementara itu, nelayan di wilayah laut diharapkan tetap waspada terhadap kondisi cuaca.
“Mudah-mudahan tidak ada gelombang besar. Kalau cuaca ekstrem, tentu nelayan sulit melaut dan itu memengaruhi produksi,” ungkapnya.
Terkait target tahunan, Sipliansyah menyebut masih ada sekitar 9.000 ton produksi budidaya yang harus dipenuhi hingga akhir tahun.
“Masih ada waktu tiga bulan di triwulan keempat ini. Kami optimis target bisa terkejar,” ucapnya.
Ia juga menegaskan optimisme tersebut didukung oleh ketersediaan stok ikan di lapangan yang masih melimpah.
“Stok ikan budidaya kita cukup banyak, baik dari sisi luas kolam maupun jumlah pembudidaya. Insya Allah, produksi budidaya bisa terpenuhi bahkan berpotensi melebihi target,” pungkasnya. (rdn)


