MEDIAKITA.CO.ID – Masuknya investasi ke Kabupaten Banjar tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap masyarakat. Berdasarkan data Online Single Submission (OSS) periode 2018 hingga 2025, sebanyak 115.257 tenaga kerja Indonesia tercatat terserap melalui perizinan berusaha yang diterbitkan OSS.
Pemerintah Kabupaten Banjar juga mendorong agar keberadaan perusahaan besar memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat lokal. Sejumlah kewajiban yang diarahkan kepada perusahaan besar di antaranya menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, membangun kemitraan dengan UMKM serta merekrut tenaga kerja lokal.
Upaya memperkuat keterlibatan UMKM juga dilakukan melalui program kemitraan antara usaha besar dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data DPMPTSP menunjukkan jumlah kesepakatan kemitraan meningkat dari enam dokumen pada 2023 dan 2024 menjadi 14 dokumen pada 2025. Jumlah usaha besar yang terlibat juga meningkat dari enam perusahaan pada 2023 menjadi 12 perusahaan pada 2025.
Pada periode yang sama, jumlah pelaku UMKM yang terlibat meningkat dari enam orang pada 2023 menjadi 14 orang pada 2025.
Nilai investasi dalam program kemitraan tersebut juga meningkat, dari sekitar Rp967 juta pada 2023 menjadi Rp2,23 miliar pada 2024 dan mencapai Rp3,2 miliar pada 2025.
Kondisi tersebut menunjukkan investasi diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan bagi pemodal, tetapi juga membuka ruang bagi UMKM dan masyarakat lokal untuk berkembang bersama.(bersambung/adv/rdn)













