Perempuan Balangan Didorong Aktif Berperan dalam Pembangunan Daerah

- Penulis

Rabu, 12 November 2025 - 04:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyampaian materi oleh narasumber terkait peningkatan kapasitas perempuan dalam pembangunan. Foto – Mc Balangan untuk Mediakita.co.id

MEDIAKITA.CO.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3A P2KB PMD) Kabupaten Balangan menggelar kegiatan peningkatan kapasitas perempuan dalam pembangunan Kabupaten Balangan di Aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan, Paringin Selatan, Selasa (11/11/2025).

Kegiatan ini turut menghadirkan dua narasumber, yaitu Anggota DPRD Kabupaten Balangan, Nur Fariani, dan dosen Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Siti Mauliana Hairini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt. Kepala DP3A P2KB PMD Kabupaten Balangan, Bejo Priyogo, menyampaikan kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan dan kapasitas perempuan agar dapat berperan aktif dalam proses pembangunan daerah.

“Kegiatan ini penting bagi perempuan terkait kesetaraan gender. Dengan adanya wawasan tentang politik dan organisasi, diharapkan ke depan perempuan di Kabupaten Balangan bisa terlibat langsung dalam pembangunan,” sampainya.

Baca Juga:  Karta Fest 2025, Karang Taruna Banjarbaru Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Muda

Sementara itu, selaku narasumber Nur Fariani dalam paparannya mengajak para perempuan untuk lebih berani berpartisipasi di dunia politik, sesuai amanat peraturan yang menetapkan 30 persen keterlibatan perempuan dalam politik.

“Perempuan jangan hanya berdiam di rumah, tetapi ikut berpolitik. Setidaknya sesuai aturan, ada 30 persen keterlibatan perempuan. Saya berharap perempuan Balangan bisa maju dan berani tampil,” ujarnya.

Adapun narasumber kedua, Siti Mauliana Hairini, menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam ruang-ruang perencanaan dan pengambilan kebijakan publik, seperti dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

“Demokrasi liberatif menuntut perempuan hadir dalam perumusan kebijakan publik karena mereka juga pihak yang terdampak. Perempuan perlu memiliki literasi agar mampu memberikan pengaruh nyata terhadap kebijakan, bukan sekadar pelengkap, tetapi turut bersuara untuk kepentingan diri, keluarga, dan sesama perempuan,” jelasnya. (adv/rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Temui Awak Media, Kapolres Banjar Tegaskan Pentingnya Komunikasi Terbuka
123 BPK se-Kabupaten Banjar Dikumpulkan, Koordinasi Penanganan Karhutla Diperkuat
Sekda Banjar: Lebih dari 60 Persen APBD Terserap Lewat Pengadaan
Pemkab Banjar Perkuat Relawan Karhutla dengan 350 Jaket dan BBM Rp50 Juta
Karhutla Banjar Capai 2.086 Hektare, Saidi Mansyur Pastikan Pemkab Turun Tangan
Dinas PMD Banjar Monitoring dan Evaluasi Pemerintahan Desa Rantau Bujur
Peringati Maulid Nabi, Desa Sungai Kitano Hadirkan Habib Fahmi Bin Hamid Ba’bud
Desa Gunung Ulin Wakili Kabupaten Banjar di Penilaian PHBS Tingkat Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:39 WIB

Temui Awak Media, Kapolres Banjar Tegaskan Pentingnya Komunikasi Terbuka

Senin, 14 September 2026 - 03:43 WIB

123 BPK se-Kabupaten Banjar Dikumpulkan, Koordinasi Penanganan Karhutla Diperkuat

Senin, 14 September 2026 - 03:42 WIB

Sekda Banjar: Lebih dari 60 Persen APBD Terserap Lewat Pengadaan

Senin, 14 September 2026 - 03:39 WIB

Pemkab Banjar Perkuat Relawan Karhutla dengan 350 Jaket dan BBM Rp50 Juta

Kamis, 10 September 2026 - 04:27 WIB

Dinas PMD Banjar Monitoring dan Evaluasi Pemerintahan Desa Rantau Bujur

Berita Terbaru