Home » Jumpa Pers di Aula Barakat Mini, Pemkab Banjar Sampaikan Update Penanganan Banjir

Jumpa Pers di Aula Barakat Mini, Pemkab Banjar Sampaikan Update Penanganan Banjir

MEDIAKITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat upaya penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah. Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers di Aula Barakat Mini, Kabupaten Banjar, yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar Yudi Andrea, bersama Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Banjar Wasis Nugraha, Selasa (6/1/2026).

Berdasarkan data terbaru BPBD, banjir saat ini berdampak pada 9 kecamatan, mencakup 121 desa/kelurahan, dengan total 48.876 kepala keluarga dan 135.704 jiwa terdampak.

Sekda Banjar Yudi Andrea mengatakan, jumpa pers digelar sebagai sarana penyampaian informasi resmi sekaligus ruang komunikasi dengan rekan-rekan media dan masyarakat.

“Kegiatan ini untuk menyebarkan informasi penanganan banjir sekaligus menampung masukan dari masyarakat yang perlu disampaikan kepada kami,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Banjar terus mengoptimalkan koordinasi lintas sektor agar penanganan banjir berjalan efektif dan tepat sasaran. Dukungan insan pers juga diharapkan dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Sementara itu, Kalak BPBD Banjar Wasis Nugraha menjelaskan bahwa penanganan banjir dikendalikan melalui posko induk dan Pusdalops BPBD.

“Saat ini ada tiga dapur umum aktif, yakni di Kecamatan Sungai Tabuk, Martapura Barat, dan Dinas Sosial kantor dua yang melayani wilayah Martapura dan sekitarnya,” jelas Wasis.

Setiap dapur umum mampu memproduksi sekitar 5.000 hingga 6.000 porsi makanan per hari untuk disalurkan ke titik-titik pengungsian. Selain itu, BPBD juga rutin menyalurkan bantuan logistik berupa beras, gula, mi instan, dan ikan kaleng.

Untuk kebutuhan air bersih, BPBD telah menyiapkan tandon dan suplai menggunakan mobil tangki, khususnya di wilayah yang sumurnya terdampak banjir. Hingga hari ini, seluruh permintaan air bersih telah terlayani.

Wasis menambahkan, status tanggap darurat banjir di Kabupaten Banjar diperpanjang hingga 12 Januari. Jika kondisi memburuk, BPBD siap mendorong pembentukan dapur umum tambahan di tingkat kecamatan maupun desa dengan dukungan logistik pemerintah daerah.

Ia juga mengimbau masyarakat yang belum menerima bantuan agar berkoordinasi melalui pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan pendistribusian bantuan berjalan rapi dan tidak tumpang tindih.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Yudi Andrea mengungkapkan bahwa Wakil Presiden RI dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan pada Kamis, 8 Januari.

“Untuk Kabupaten Banjar, titik kunjungan berada di Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, dengan agenda penyerahan bantuan penanganan banjir,” kata Sekda.

Terkait banjir yang hampir terjadi setiap tahun, Kalak BPBD menjelaskan bahwa kondisi geografis Kabupaten Banjar berada di sistem sungai besar, sehingga aliran air melambat dan mudah meluap saat curah hujan tinggi.

“Untuk jangka panjang, pemerintah daerah terus mendorong upaya mitigasi, baik melalui kerja sama lintas daerah, peningkatan daerah resapan, hingga dukungan program nasional,” pungkasnya.

Untuk tahun ini, anggaran kebencanaan Kabupaten Banjar sebesar Rp10 miliar yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) serta mendapat dukungan pemerintah provinsi dan pusat. (rdn)