RSD Idaman Beberkan Faktor Lingkungan dan Psikologis Pemicu NPD
Ilustrasi kartun dengan orang memegang cermin di depan wajah — simbol introspeksi/ego. Foto – Istimewa

MEDIAKITA.CO.ID – Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau Gangguan Kepribadian Narsistik bukan hanya soal sifat “sombong” atau “ingin selalu dipuji”. Menurut Psikolog Shabrina Mahfoed dari RSD Idaman Kota Banjarbaru, ada beberapa faktor kompleks yang memicu seseorang mengalami NPD.

Dalam unggahannya di Instagram RSD Idaman Kota Banjarbaru Rabu (14/1/2026), Shabrina menjelaskan bahwa faktor genetik menjadi salah satu penyebab.


“Apabila dalam keluarga terdapat anggota dengan gangguan kepribadian atau karakteristik tertentu, risiko seseorang mengalami NPD bisa lebih tinggi,” ujarnya.
Selain genetik, faktor lingkungan terutama pola asuh orang tua juga sangat berpengaruh.
Menurut Shabrina, anak yang terlalu sering dipuji tanpa belajar menerima kesalahan, cenderung tidak berkembang dalam hal pengakuan diri. Sebaliknya, anak yang jarang mendapat pujian atau apresiasi, justru sering menerima kritik, juga dapat memicu ketidakpuasan emosional yang mendasari NPD.
Psikolog tersebut menambahkan, perbedaan neurobiologi juga menjadi salah satu faktor.
“Ada perbedaan koneksi antara otak dan perilaku pada orang dengan NPD,” jelas Shabrina.
Faktor psikologis juga tidak kalah penting. Orang dengan NPD biasanya memiliki harga diri yang rapuh dan selalu membutuhkan validasi dari orang lain untuk menutupi rasa tidak aman yang mereka rasakan.
“Memahami faktor-faktor ini penting agar kita bisa lebih peka dalam membangun hubungan dengan orang di sekitar kita, sekaligus menjadi perhatian dalam pola asuh anak,” tutup Shabrina. (rdn)



