DKPP Banjar Imbau Pembudidaya Ikan Waspadai Kemarau Panjang, Atur Debit Air hingga Kurangi Kepadatan Tebar

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 02:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_2

oplus_2

MEDIAKITA.CO.ID – Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar mengimbau para pembudidaya ikan meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026. Berbagai langkah antisipasi terus disosialisasikan agar dampak kekeringan terhadap usaha budidaya ikan dapat diminimalkan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar Sipiliansyah melalui Kepala Bidang Budidaya Bandi mengatakan, pihaknya secara rutin memberikan informasi kepada kelompok pembudidaya ikan melalui pertemuan langsung, grup WhatsApp, siaran radio hingga media online.

Menurutnya, sosialisasi tersebut bertujuan mengingatkan para pembudidaya agar mampu menyesuaikan pola budidaya dengan kondisi cuaca yang semakin kering.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami terus memberikan informasi secara berkala kepada kelompok pembudidaya ikan agar dapat mengatur pemanfaatan debit air secara optimal, melakukan pemantauan kualitas air, menyesuaikan pemberian pakan, mengurangi kepadatan ikan, hingga melakukan panen sebagian apabila kualitas air mulai menurun,” ujar Bandi.

Ia menjelaskan, apabila kondisi kemarau semakin ekstrem, pembudidaya juga disarankan mengoperasikan alat tambahan seperti aerator atau percikan air guna menjaga kadar oksigen di kolam.

Namun demikian, menurutnya langkah paling penting adalah kemampuan pembudidaya membaca perubahan iklim dan menyesuaikan teknik budidaya dengan kondisi alam.

Bandi mengungkapkan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sifat hujan di Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten Banjar, pada Agustus hingga Oktober 2026 diperkirakan berada di bawah normal.

Baca Juga:  Sambut Hari Juang TNI AD, TNI Hadirkan Aksi Nyata untuk Kemanusiaan

“Pada Agustus peluang hujan diperkirakan hanya sekitar 0 sampai 30 persen, sedangkan September lebih kering lagi dengan peluang hujan sekitar 0 sampai 20 persen,” katanya.

Selain itu, indeks kekeringan menunjukkan Kabupaten Banjar diperkirakan mengalami dominasi defisit air ekstrem selama Juli hingga September. Berdasarkan data BMKG, sekitar 11 persen wilayah berada pada kategori sangat kering, sedangkan sekitar 34 persen lainnya masuk kategori kering.

Karena itu, ia meminta para pembudidaya lebih bijak memanfaatkan sumber air yang tersedia agar potensi kerugian akibat kemarau dapat ditekan.

“Kami berharap para pembudidaya bisa menyiasati kondisi alam ini dengan baik sehingga kerugian yang diproyeksikan dapat diminimalkan,” ucapnya.

Bandi menambahkan, memasuki masa peralihan menuju musim hujan pada September hingga Oktober, DKPP Banjar akan kembali menyampaikan informasi perkembangan cuaca secara berkala melalui berbagai media komunikasi.

“Kami akan terus memberikan informasi, baik melalui pertemuan langsung, radio, media online maupun grup WhatsApp. Harapannya para pembudidaya tetap bersabar dan bijak menghadapi fenomena cuaca ekstrem yang sedang terjadi,” pungkasnya. (rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Kalsel Resmikan Jembatan di Sungai Tuan Ilir, Kolaborasi Pemda dan Warga Jadi Kunci
Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di Banjar, Sabu dan Ribuan Obat Terlarang Disita
DPRD Banjarbaru Setujui Pengusulan Pemberhentian Wartono, Selanjutnya ke Mendagri
Kepala Inspektorat Banjar Tiba-Tiba Mundur, Muncul Spekulasi Beragam Soal Alasannya
BAZNAS Kabupaten Banjar Salurkan Bantuan Tunai Rp1 Juta untuk Korban Puting Beliung di Sungai Rangas Ulu
Kapolda Kalsel Dorong Peran Aktif Warga Cegah Narkoba dan Bencana
Bupati Saidi Mansyur Dorong Penguatan Koperasi dan Usaha Mikro di Kabupaten Banjar
Ketua DPRD Banjar Minta Dana Banpres Karhutla Rp20 Miliar Diawasi Ketat

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 11:50 WIB

Kapolda Kalsel Resmikan Jembatan di Sungai Tuan Ilir, Kolaborasi Pemda dan Warga Jadi Kunci

Selasa, 3 November 2026 - 08:18 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di Banjar, Sabu dan Ribuan Obat Terlarang Disita

Selasa, 3 November 2026 - 05:34 WIB

DPRD Banjarbaru Setujui Pengusulan Pemberhentian Wartono, Selanjutnya ke Mendagri

Selasa, 3 November 2026 - 03:33 WIB

Kepala Inspektorat Banjar Tiba-Tiba Mundur, Muncul Spekulasi Beragam Soal Alasannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Kapolda Kalsel Dorong Peran Aktif Warga Cegah Narkoba dan Bencana

Berita Terbaru