MEDIAKITA.CO.ID – Varises merupakan kondisi ketika pembuluh darah vena mengalami pelebaran dan pemanjangan sehingga tampak menonjol di permukaan kulit. Kondisi ini terjadi akibat meningkatnya tekanan pada vena (hipertensi vena) dan tidak boleh dianggap sepele karena dapat menimbulkan berbagai keluhan apabila tidak ditangani.
Menurut materi edukasi yang disampaikan dr. Dyah Paramita, Sp.B, varises dapat menyebabkan kaki terasa berat, nyeri, kram, hingga pembengkakan. Pada kondisi yang lebih berat, varises juga dapat memicu perubahan warna kulit dan luka kronis pada tungkai.
Secara umum, penyebab varises dibagi menjadi dua kelompok, yakni primer dan sekunder. Penyebab primer meliputi kelemahan dinding vena serta katup vena yang berfungsi mengalirkan darah kembali ke jantung. Sementara penyebab sekunder dapat dipicu oleh gangguan aliran darah maupun kerusakan katup vena.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami varises. Di antaranya faktor keturunan atau genetik, kebiasaan merokok, penggunaan obat hormonal dalam jangka panjang, obesitas, kehamilan, usia di atas 50 tahun, terlalu lama berdiri atau duduk, serta jenis kelamin.
Gejala varises umumnya diawali dengan rasa nyeri dan kaki terasa berat. Penderita juga dapat mengalami kram, kulit terasa gatal, sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome), pembuluh darah vena yang tampak menonjol, perubahan warna kulit menjadi lebih gelap atau mengeras, hingga pembengkakan pada tungkai.
Perkembangan varises terdiri dari beberapa tahapan. Kondisi awal ditandai munculnya vena retikular atau spider veins, kemudian berkembang menjadi varises dengan pembuluh darah yang semakin menonjol. Pada tahap berikutnya dapat muncul pembengkakan pada tungkai bawah, dan apabila tidak ditangani berpotensi berkembang menjadi eksim varises atau luka kronis (ulkus).
Pemeriksaan sederhana dapat dilakukan dengan mengamati perubahan benjolan varises pada posisi tubuh yang berbeda. Saat berdiri, benjolan biasanya tampak lebih jelas dan terasa tegang. Ketika berbaring, benjolan akan mengecil dan terasa lebih lunak, sedangkan saat kaki diangkat, benjolan dapat menghilang karena aliran darah kembali ke jantung.
Penanganan varises dilakukan sesuai tingkat keparahannya. Tahap awal umumnya diawali dengan perubahan gaya hidup, seperti menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, dan menghindari berdiri atau duduk terlalu lama. Selain itu, penggunaan stoking kompresi juga dapat membantu memperlancar aliran darah. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan tindakan skleroterapi maupun pembedahan untuk mengatasi varises.













