Jangan Percaya Mitos Kanker Anak, Ini Fakta yang Perlu Diketahui Masyarakat

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIAKITA.CO.ID – Beragam mitos mengenai kanker pada anak masih sering beredar di tengah masyarakat. Padahal, informasi yang keliru dapat memunculkan stigma, menimbulkan ketakutan, bahkan menghambat anak mendapatkan dukungan dan pengobatan yang tepat.

Dengan memahami fakta medis yang benar, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kepedulian sekaligus memberikan semangat bagi anak-anak pejuang kanker dan keluarganya.

Salah satu anggapan yang masih sering dipercaya adalah konsumsi gula dapat mempercepat pertumbuhan sel kanker. Faktanya, hingga saat ini tidak ada bukti bahwa mengonsumsi gula membuat kanker tumbuh lebih cepat. Sebaliknya, mengurangi gula juga tidak terbukti dapat memperlambat pertumbuhan kanker.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mitos lain menyebutkan paparan sinyal ponsel, Wi-Fi, atau antena komunikasi menjadi penyebab kanker pada anak. Berdasarkan berbagai penelitian ilmiah, belum ditemukan bukti bahwa paparan sinyal tersebut meningkatkan risiko kanker pada anak.

Masyarakat juga kerap mengaitkan konsumsi makanan ringan dengan penyebab langsung kanker. Faktanya, makanan ringan tidak secara langsung menyebabkan kanker. Namun, konsumsi makanan ultra-proses secara berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Karena itu, pola makan bergizi seimbang tetap menjadi pilihan terbaik.

Tidak sedikit pula yang beranggapan seluruh penyintas kanker anak tidak dapat memiliki keturunan. Faktanya, kesuburan dapat dipengaruhi oleh jenis kanker maupun terapi yang dijalani, sehingga tidak semua penyintas mengalami gangguan kesuburan dan banyak yang tetap dapat memiliki keturunan.

Baca Juga:  Dewan Hakim MTQ Banjarbaru 2025 Dilantik, Wali Kota Tekankan Integritas

Anggapan bahwa anak yang telah sembuh dari kanker tidak lagi memerlukan pemeriksaan juga keliru. Penyintas kanker tetap membutuhkan kontrol berkala untuk memantau kondisi kesehatan dan memastikan kualitas hidup mereka tetap optimal.

Mitos lainnya menyebut anak penyintas kanker tidak bisa menjalani kehidupan normal. Padahal, banyak penyintas yang dapat kembali bersekolah, bermain bersama teman, serta beraktivitas seperti anak-anak pada umumnya setelah dinyatakan sembuh.

Begitu pula dengan anggapan bahwa semua anak penyintas kanker mengalami kesulitan belajar. Kondisi tersebut tidak dialami oleh seluruh penyintas. Sebagian anak memang membutuhkan pendampingan khusus, namun tidak sedikit yang mampu meraih prestasi di sekolah.

Ada pula anggapan bahwa anak sebaiknya tidak diberi tahu mengenai penyakit yang dideritanya. Faktanya, pemahaman yang sesuai dengan usia anak justru penting agar mereka lebih kooperatif dalam menjalani pengobatan dan memahami proses penyembuhan.

Stigma terhadap penyintas kanker juga masih menjadi tantangan. Padahal, anak-anak yang berhasil melewati pengobatan merupakan sosok tangguh yang telah berjuang melawan penyakitnya. Dukungan keluarga, lingkungan, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk membantu mereka kembali percaya diri dan menjalani kehidupan secara normal.

Melalui edukasi yang benar, diharapkan berbagai mitos tentang kanker anak dapat diluruskan sehingga stigma di masyarakat berkurang dan anak-anak pejuang kanker memperoleh dukungan yang mereka butuhkan.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rotasi 91 ASN, Pemko Banjarbaru Terapkan Manajemen Talenta dalam Pengisian Jabatan
Kelurahan Mentaos Gelar Temu Karya, Ketua Karang Taruna Mentaos Periode 2026–2030 Terpilih 
Pemusatan Diklat Paskibraka Banjarbaru 2026 Resmi Dibuka, Siapkan Pengibar Merah Putih Berkarakter
DPRD Banjarbaru Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik, Soroti Dampak bagi UMKM
DPRD Banjarbaru Uji Publik Tiga Raperda Inisiatif, Libatkan Masyarakat hingga Akademisi
DPRD Banjarbaru Dorong Pemanfaatan Teknologi Modern untuk Cegah Karhutla
Sisa Akar Gigi Jangan Diabaikan, Berisiko Sebabkan Infeksi hingga Gangguan Organ Tubuh
Peringati Hari Anak Nasional, RSD Idaman Banjarbaru Edukasi Orang Tua Soal Tumbuh Kembang Anak

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:21 WIB

Rotasi 91 ASN, Pemko Banjarbaru Terapkan Manajemen Talenta dalam Pengisian Jabatan

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:27 WIB

Kelurahan Mentaos Gelar Temu Karya, Ketua Karang Taruna Mentaos Periode 2026–2030 Terpilih 

Kamis, 30 Juli 2026 - 02:53 WIB

Pemusatan Diklat Paskibraka Banjarbaru 2026 Resmi Dibuka, Siapkan Pengibar Merah Putih Berkarakter

Rabu, 29 Juli 2026 - 04:08 WIB

DPRD Banjarbaru Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik, Soroti Dampak bagi UMKM

Senin, 27 Juli 2026 - 04:29 WIB

DPRD Banjarbaru Uji Publik Tiga Raperda Inisiatif, Libatkan Masyarakat hingga Akademisi

Berita Terbaru