Kemenperin Dorong Industri Kalsel–Kalteng Naik Kelas Lewat Standardisasi dan Teknologi
MEDIAKITA.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya mendorong industri di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah agar mampu tumbuh berkelanjutan dan naik kelas melalui penguatan standardisasi serta pemanfaatan teknologi.


Komitmen tersebut disampaikan dalam Forum Komunikasi Publik (FKP) Tahun 2025 yang digelar di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru, Senin (22/12/2025).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) disusun sebagai pedoman pembangunan industri jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
“Industrialisasi nasional tidak hanya ditujukan untuk tumbuh, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas dan daya saing industri secara menyeluruh,” ujar Agus Selasa (23/12/2025).
Menurutnya, sektor industri harus menjadi tulang punggung kemandirian ekonomi nasional dan berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Industri yang kuat akan memperkokoh ketahanan ekonomi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” tegasnya.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Emmy Suryandari, menekankan bahwa penguatan standardisasi dan jasa industri merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas sektor manufaktur.
“Standardisasi berperan strategis dalam menjamin mutu produk dan memperluas akses pasar, sementara jasa industri menjadi instrumen pendukung bagi industri agar mampu memenuhi regulasi dan bersaing,” jelas Emmy.
Emmy juga mengungkapkan bahwa kinerja industri pengolahan nonmigas nasional masih berada pada fase ekspansi.
“Indeks Kepercayaan Industri pada November 2025 tercatat sebesar 53,45. Ini menunjukkan optimisme pelaku industri yang perlu terus dijaga,” ujarnya.
Untuk menjaga momentum tersebut, BSKJI bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah terus menghadirkan berbagai layanan strategis. Layanan tersebut meliputi verifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Sertifikasi Industri Hijau, serta pendampingan teknologi melalui program DAPATI dan PINOTI.
Sementara itu, Kepala BSPJI Banjarbaru, Fathullah, memaparkan langkah konkret yang telah dilakukan jajarannya dalam mendukung peningkatan daya saing industri daerah.
“Pada awal 2025, BSPJI Banjarbaru berhasil membentuk Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu yang telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional,” ungkap Fathullah.
Ia menambahkan, lembaga tersebut kini mampu melayani sertifikasi ISO 9001 untuk berbagai sektor industri pengolahan.
“Layanannya mencakup industri beton, semen, logam dasar, karet, hingga makanan dan minuman,” tuturnya.
Selain itu, BSPJI Banjarbaru juga memperluas cakupan layanan melalui pemeriksaan halal untuk obat dan kosmetika serta sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).
“Sebagai satuan kerja berstatus Badan Layanan Umum, kami berkomitmen memberikan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan profesional demi mendukung kemajuan industri di wilayah kerja kami,” tutup Fathullah.


