MEDIAKITA.CO.ID – Stroke merupakan istilah yang umum digunakan masyarakat untuk menggambarkan gangguan pada pembuluh darah di otak. Namun, secara medis stroke terbagi menjadi beberapa jenis dengan penanganan yang berbeda sesuai kondisi pasien.
Dokter Spesialis Bedah Saraf RSD Idaman Banjarbaru, dr. Mustafha Afif W., Sp.BS, menjelaskan bahwa secara umum stroke dibedakan menjadi dua jenis, yakni stroke iskemik atau akibat sumbatan pembuluh darah, serta stroke hemoragik yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak hingga menimbulkan perdarahan.
Menurutnya, tidak seluruh kasus stroke memerlukan tindakan bedah saraf. Pada stroke iskemik, penanganan oleh dokter bedah saraf biasanya dilakukan apabila sumbatan terjadi pada pembuluh darah besar sehingga mengakibatkan infark atau kerusakan jaringan otak yang luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara pada stroke hemoragik, tindakan bedah saraf umumnya dipertimbangkan jika perdarahan yang terjadi cukup luas atau telah menimbulkan gangguan fungsi saraf maupun penurunan kondisi neurologis pasien.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menunda penanganan apabila menemukan anggota keluarga atau orang di sekitarnya mengalami gejala yang mengarah pada stroke, seperti penurunan kesadaran, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, sulit berbicara, atau wajah tampak mencong.
Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai penyakit saraf maupun penanganan stroke, dapat mengunjungi Klinik Bedah Saraf RSD Idaman Banjarbaru. Sementara untuk kondisi kegawatdaruratan yang diduga akibat stroke, pasien dianjurkan segera datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) agar mendapatkan penanganan secepat mungkin.
Penanganan yang cepat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mengurangi risiko kecacatan akibat stroke.













