Home » Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir, Realisasi Investasi Banjarbaru Tembus Rp1 Triliun

Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir, Realisasi Investasi Banjarbaru Tembus Rp1 Triliun

MEDIAKITA.CO.ID – Kota Banjarbaru mencatat capaian signifikan di sektor ekonomi. Sepanjang tahun 2025, nilai realisasi investasi di Banjarbaru untuk pertama kalinya menembus angka Rp1,029 triliun, sekaligus menjadi yang tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), target investasi Kota Banjarbaru tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp410 miliar, sementara target dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp710,384 miliar. Realisasi Rp1,029 triliun tersebut berarti mencapai 251,20 persen dari target kota dan 144,98 persen dari target provinsi.

Capaian ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2024 yang mencatat realisasi investasi sebesar Rp527,20 miliar, atau hampir meningkat dua kali lipat dalam kurun satu tahun.

Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta seluruh perangkat daerah terkait atas capaian tersebut.

“Keberhasilan menembus angka Rp1,029 triliun ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Banjarbaru. Ini merupakan hasil kerja kolektif dan perbaikan layanan perizinan,” ujarnya.

Sektor Jasa dan Perdagangan Dominan

Dari sisi sektoral, investasi di Banjarbaru pada 2025 didominasi sektor jasa lainnya dengan nilai mencapai sekitar Rp424,4 miliar. Selanjutnya disusul sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp214,4 miliar, serta sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi dengan nilai sekitar Rp166,8 miliar.

Selain itu, investasi juga mengalir ke sektor perhotelan dan restoran, industri pengolahan, konstruksi, serta perumahan dan kawasan perkantoran.

Dari sisi sumber modal, realisasi investasi ditopang oleh sinergi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Negara dengan kontribusi investasi asing terbesar antara lain Singapura, Tiongkok, Hong Kong, dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Realisasi investasi tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 4.129 tenaga kerja lokal terserap di berbagai sektor usaha di Kota Banjarbaru.

Fokus 2026: Dampak dan Kualitas Investasi

Menatap tahun 2026, Wali Kota Banjarbaru menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan investasi dengan pendekatan berbasis data dan dampak sosial.

“Investasi yang masuk harus berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan UMKM,” tegas Erna Lisa.

Pemkot Banjarbaru juga akan memanfaatkan capaian ini sebagai bahan promosi daerah guna memperkuat citra Banjarbaru sebagai kota dengan iklim usaha yang kondusif dan kompetitif di Kalimantan Selatan.