Pencarian

Bawaslu Banjar Minta Keterangan Tim Pemenangan H2D

Ketua Tim Pemenangan H2D, HM Rofiqi saat berada di Kantor Bawaslu Banjar. Foto - Sairi

MEDIAKITA.CO.ID - Buntut dari Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dilakukannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Banjar, Ketua Tim Pemenangan Calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana-Difriadi dimintai klarifikasi oleh Bawaslu Kabupaten Banjar, Jumat (2/4/21).

Ketua KPU Kalsel Sarmuji dan Ketua Tim Pemenangan Denny Indrayana - Difriadi Darjat (H2D) Kabupaten Banjar, HM Rofiqi telah memenuhi panggilan Bawaslu hari ini.

"Kami melakukan klarifikasi penanganan pelanggaran karena sebelumnya dalam rapat pleno, kami memutuskan untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran kode etik pasca putusan MK," kata Ketua Bawaslu Banjar, Fajeri Tamzidillah.

Dugaan pelanggaran kode etik yang dimaksud adalah bukti transkrip rekaman antara Rofiqi dan Anggota KPU Banjar, Abdul Karim Omar, termasuk surat pernyataan dugaan penggelembungan suara Pilgub Kalsel yang diduga ditandatangani Anggota KPU Banjar, Abdul Muthalib atau Aziz, serta penyerahan 20 kotak suara berkop KPU Kalsel tanpa tanggal.

“Jika terbukti ada pelanggaran kode etik, maka kita akan meneruskan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Tentunya ranah kami ketika ada dugaan pelanggaran kode etik, setelah melakukan klarifikasi dan bukti-bukti lainnya, maka kita lanjutkan ke DKPP," ungkapnya.

Sementara, HM Rofiqi kepada awak media mengakui bahwa rekaman suara tersebut adalah suaranya saat berbicara dengan salah satu komisioner KPUD Banjar Karim Omar.

"Jadi saya ditanya soal rekaman suara itu apakah suara saya dan seperti apa kronologisnya. Ada sekitar 6 sampai 7 pertanyaan tadi," ujar Rofiqi.

Ditanya mengenai siapa yang merekam percakapan tersebut, Rofiqi enggan membeberkannya dan hanya menyebut bahwa yang merekam adalah Mr X.

"Ini kan sudah usai di MK, dan dianggap ada kecurangan dan penggelembungan suara yang masif di Kabupaten Banjar, maka tugas utama Bawaslu saat PSU tidak lagi terulang kecurangan itu lagi," pungkasnya.

Sekadar diketahui, sehari sebelumnya, Anggota KPU Banjar Abdul Muthalib juga memenuhi panggilan Bawaslu Banjar. Termasuk staf KPU Banjar M Aqli, dan satu orang Staf KPU Kalsel.

Selanjutnya, yang akan memenuhi panggilan yaitu Anggota KPU Banjar Abdul Karim Omar, Koordinator Hukum H2D Jurkani, juga saksi H2D dalam sidang MK, Manhuri.(Sai)