Pencarian

Beredar Pengumuman Haul Abah Guru Sekumpul, Cek Faktanya!


Suasana haul Abah Guru Sekumpul. Foto - Net

MEDIAKITA.CO.ID - Warga Kalimantan Selatan beberapa hari terakhir dihebohkan dengan beredarnya video terkait pengumuman Haul Akbar Ulama kharismatik asal Kota Martapura, KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau yang biasa dikenal Abah Guru Sekumpul.

Video tersebut tak ayal membuat warga bertanya-tanya, dan mengira undangan itu berasal dari keluarga Guru Sekumpul dan tempat pelaksanaan haul di Martapura, Kalsel.

Namun, rupanya dari hasil penelusuran Mediakita.co.id, video yang tersebar diberbagai platform itu terbagi menjadi beberapa versi. Bahkan, di antaranya sudah dipotong dari total seharusnya yang berdurasi 3 menit 46 detik.

Dari video berdurasi penuh alias tanpa dipotong, disebutkan bahwa Haul Akbar ke 18 Abah Guru Sekumpul tersebut dilaksanakan di Masjid Al-Muhajirin, Desa Hampalit, Kereng Pangi, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.


Tangkapan layar video pengumuman haul Abah Guru Sekumpul di Kereng Pangi.

Haul yang rencananya berlangsung tanggal 12 Rajab 1444 Hijriah atau 3 Februari 2023 mendatang itu akan dipimpin langsung Imam Mushalla Ar-Raudhah, Guru Sa'duddin.

"Video pengumuman dan ajakan untuk menghadiri Haul Akbar Abah Guru Sekumpul, yang tersebar di medsos itu dilaksanakan di Kereng Pangi, bukan di Sekumpul Martapura," kata Relawan Haul Abah Guru Sekumpul di Kereng Pangi, Hefni melalui pesan WhatsApp, Sabtu (3/12/22).

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini akun resmi media sosial Ar-Raudhah Sekumpul belum mengeluarkan informasi atau pernyataan resmi tentang pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul tahun 2023.

Salah seorang warga Sekumpul, Halim mengaku sangat menunggu-nunggu terkait kabar ataupun informasi pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul. Terlebih, sudah ditiadakan dalam beberapa tahun terakhir akibat pandemi.

Meski begitu, dari sepengetahuannya, Haul Abah Guru Sekumpul sepenuhnya merupakan keputusan dari pihak keluarga.

"Saat ini, smartphone dan internet sudah merambah ke rumah-rumah, bijak dalam bersosial media merupakan perkara yang harus dimiliki, supaya hal ini tidak terulang lagi," kata pengajar di salah satu pondok pesantren di Kab. Banjar ini. (slm)