Pencarian

Berkunjung ke Banjarbaru, Rochi Putiray Tekankan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini


Legenda Sepak Bola Indonesia, Rochi Putiray. Foto - Instagram @rochi21putiray

MEDIAKITA.CO.ID - Nama Rochi Putiray mungkin sudah tidak asing lagi bagi kalangan pecinta sepak bola di Indonesia era tahun 2000'an. Sosok pesepak bola yang pernah membobol gawang AC Milan 2 kali saat laga persahabatan ini, hadir di Kota Banjarbaru bersama skuad Timnas Pelajar U-17 Kemenpora RI asuhannya, baru baru tadi.

Selain untuk melakukan pertandingan uji coba antara Timnas Pelajar U-17 dengan skuad muda Persebaru Banjarbaru, Rochi Putiray bersama rombongan juga memantau langsung pertandingan Liga 3 Zona Asprov PSSI Kalsel yang berlangsung di Lapangan Rindam Mulawarman, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Kedatangan salah seorang legenda sepak bola Indonesia ini, tidak dilewatkan begitu saja oleh Tim Liputan Mediakita.co.id. Kami mendapat kesempatan untuk mewawancarai langsung sosok legenda yang kini dipercaya sebagai Pelatih Kepala Timnas Pelajar U-17 Kemenpora RI, Selasa (9/11/21).

Selama tiga hari berada di Kota Banjarbaru, khususnya di Kalimantan Selatan, Rochi --sapaan akrabnya-- menuturkan bahwa permainan sepak bola di Banua (Kalsel) sudah cukup baik. Meski begitu kata Rochi, agar dapat melangkah lebih baik, diperlukan langkah penanganan yang kontinyu atau berkelanjutan. Ia berpendapat bahwa talenta para pesepak bola Banua, masih bisa diasah dengan pengalaman bermain secara berkala untuk menambah 'jam terbang'.

“Sayang hal tersebut tidak berjalan (dengan baik) hingga diujung karir sepak bolanya,” ungkap Rochi.

Untuk itu, ia berpesan kepada para pemain di Banua untuk terus giat berlatih. Karena menurutnya, bangsa ini masih memerlukan talenta muda. 

“Secara fisik, pemain disini tidak ada masalah. Terus berjuang jangan mudah putus asa,” tegasnya.


Rochi Putiray saat diwawancarai Mediakita.co.id dalam kunjungannya ke Banjarbaru. Foto - Ardian

Disisi lain, Rochi juga mengingatkan untuk melaksanakan dan menggiatkan pembinaan sepak bola usia dini. Seiring dengan hal tersebut, ia menekankan agar dalam pembinaan usia dini ini, para pelatih benar-benar membina dan memperhatikan pemain yang terbaik, bukan mencari orang tua calon pemain yang hebat dan mampu secara finansial. 

“Cari pemain hebat, bukan orang tua hebat dan mampu, karena ini akan merusak generasi sepak bola jika dilakukan. Kami akan kembali dan akan memanggil salah satu pemain dari sini,” cetusnyal

Sekadar informasi, Rochi Putiray Ramdani (lahir 26 Juni 1970) adalah mantan pemain sepak bola Indonesia dengan posisi striker. Ia mengawali karier profesionalnya di Klub Arseto Solo.

Rochi mudah dikenali dengan gaya rambutnya yang unik dan nyentrik. Ia kerap kali mengecat rambutnya dengan berbagai warna mencolok, bahkan kadang menggunakan sepatu dan kaos kaki yang berbeda saat bermain.

Diketahui juga, Rochi pernah bermain di Hong Kong untuk bergabung dengan Instant-Dict FC pada musim 2000-2001 dan mencetak 12 gol dari 22 penampilan. Kemudian direkrut oleh tim asal Hong Kong lainnya, Kitchee SC pada musim 2003-2004 dan menorehkan 16 gol dari 26 penampilan di liga. Selain dua klub Hong Kong di atas, dia juga pernah membela Happy Valley dan South China AA.

Tapi dari semua petualangan Rochi di Hong Kong, momen yang paling ikonik terjadi saat membela Kitchee. Soalnya, Rochi diluar dugaan mampu mencetak gol ke gawang AC Milan dalam sebuah laga persahabatan pada Mei 2004 dengan dua gol sekaligus, dengan posisi sebagai striker. Padahal saat itu AC Milan yang dilatih oleh Carlo Ancelotti, diperkuat pemain jempolan seperti Andriy Shevchenko, Serginho, Marco Boriello, Fernando Redondo, sampai kapten legendaris AC Milan dan Italia, Paolo Maldini. (ard)