Pencarian

Dewan Dorong PTM Dibuka Penuh


Anggota Komisi II DPRD Banjarbaru, Tarmidi. Foto - Humpro DPRD Banjarbaru

MEDIAKITA.CO.ID – Wakil rakyat di gedung parlemen meminta kepada Pemerintah Kota Banjarbaru, untuk mulai mempertimbangkan pembelajaran tatap muka (PTM) dibuka secara penuh atau kembali normal seperti sedia kala.

Sebab, dari hasil peninjauan langsung ke sejumlah sekolah, banyak dikantongi keluhan dari para orang tua maupun wali murid selama bergulirnya pembelajaran daring. Terlebih lagi, siswa-siswi juga merasa jenuh dengan model belajar yang mengandalkan kemajuan teknologi itu.

“Selain orang tua murid. Karena kan mereka sudah terlalu lama belajar online jadi merasa sangat jenuh. Saya kunjungan ke sekolah, mereka mengaku sangat senang bisa menimba ilmu secara tatap muka lagi,” ungkap Anggota Komisi II DPRD Banjarbaru, Tarmidi melalui sambungan seluler kepada Mediakita.co.id, Jumat (26/11/21).

Tarmidi bilang, pembelajaran penuh secara tatap muka mesti dilakoni, mengingat tak ada yang bisa memprediksi kapan berakhirnya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Meski demikian, ia juga tetap mengingatkan kepada instansi terkait dan sekolah-sekolah di Banjarbaru untuk memperhatikan ketersediaan sarana prasarana untuk penerapan protokol kesehatan.

Jika masih belum memungkinkan, dirinya menyarankan agar pelaksanaan PTM diperlebar secara bertahap. Misalnya, dilakukan penambahan bagi sekolah untuk melaksanakan pembelajaran offline tersebut. Namun, dengan catatan lembaga pendidikan bersangkutan sudah melewati uji verifikasi kesiapan dari Satgas Covid-19.

“Awalnya kan 25 persen, kemudian 50 persen. Nah itu ditambah lagi kan dengan sekolah yang bukan piloting untuk melaksanakan PTM juga. Lama-lama ini akan menjadi kebiasaan, tentu Prokes tetap harus ketat,” jelasnya.

Selain penambahan unit sekolah, Legislator PKB itu juga menginginkan jumlah kuota siswa serta jam belajar turut diberlakukan penambahan. Namun, kata Dia, hal itu tetap harus diiringi dengan evaluasi rutin.

Lalu, ketika disinggung ihwal wacana penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level III secara serentak di seluruh Nusantara jelang libur Natal dan Tahun Baru 2021, Tarmidi tegas menyebut hal itu bukan sebuah halangan untuk tetap melakukan PTM. Mengingat, selama ini belajar offline diterapkan dengan melihat situasi serta kondisi riil di lapangan.

“Kan selama ini pelaksanaan PTM mengikuti situasi perkembangan kasus Covid-19. Karena apabila di sekolah itu ternyata ada klaster otomatis ditutup selama dua pekan untuk sterilisasi. Kan bisa begitu,” lanjutnya lelaki yang juga merupakan Ketua Komite SD se-Kota Banjarbaru ini.

Dirinya pun menilai, sejauh ini PTM di Kota Idaman berjalan lancar tanpa hambatan. Sebab itu, ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan saran dari DPRD agar membuka pintu kepada seluruh sekolah untuk melaksanakan pembelajaran dengan metode serupa.

“Kita lihat selama ini PTM tidak ada hambatan yang berarti. Karena itu dari awal saya mendorong agar PTM dibuka penuh,” tuntasnya.

Sekadar informasi, per 22 November 2021 lalu, Dinas Pendidikan kembali menambah jumlah sekolah yang diizinkan menghelat PTM. Rinciannya, untuk jenjang TK/PAUD Disdik mengizinkan tambahan 50 sekolah, sehingga ada 64 yang boleh PTM. Lalu pada jenjang SD, dari 15 sekolah ditambah 55 sekolah.

Sementara, untuk jenjang SMP tidak ada penambahan, karena sedari awal PTM semua sudah dibuka pada 25 sekolah.

Dengan penambahan ini, setidaknya masih ada 8 SD yang belum dibuka. Sedangkan TK/PAUD masih cukup banyak yakni 104 unit, karena secara total terdapat 168 unit TK/PAUD negeri maupun swasta yang tersebar di Kota Idaman. (tim)