Pencarian

Ejawantah Cinta; Mengkliping Berita Tentang Abah Guru


Abah Gauzi ketika memperlihatkan kliping korannya. Foto - Salim

MEDIAKITA.CO.ID - Bagi Abah Gauzie (62), mengumpulkan lembaran demi lembaran koran yang memuat berita tentang KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, atau yang masyhur dikenal Abah Guru Sekumpul, bukan hanya sekadar hobi belaka. Lebih dari itu, ia adalah ejawantah dari cinta kepada Sang Guru.

Dipayungi langit yang serupa kertas buram, pewarta Mediakita.co.id mengendarai sepeda motor matiknya dari jalan Menteri Empat menuju Jalan Pangeran Abdurrahman, Martapura. 

Sesampainya di mulut Gang Fukaha, Kelurahan Keraton, Martapura, pewarta membawa kendaraannya memasuki gang tersebut sekitar 15 meter. Lantas setelah itu, terlihat rumah Abah Gauzie yang memiliki model rumah tempo doeloe, dengan konstruksi kayu sepenuhnya, dan warnanya telah memudar.

Usai mengucapkan salam, pewarta disambut dengan sangat ramah oleh Abah Gauzie, seketika ia mempersilakan masuk. Dari ruang tamunya, ada beberapa rak yang menempel ke bagian dinding, di atas rak tersebut, terletak beberapa buah kotak, beragam ukuran.

Abah Gazie tersenyum, ia paham maksud kedatangan pewarta, lantas dengan sedikit tergopoh-gopoh ia menurunkan beberapa kotak. Setelah dibukanya, pandangan mata pewarta seketika tertuju kepada isinya. Di dalamnya, terdapat berlembar-lembar koran yang dijilid menjadi beberapa buah.

Beberapa lembar diambilnya, dan terlihatlah berita-berita yang memuat tentang Abah Guru Sekumpul. Dari kertasnya, aroma perjuangan atau ketelatenannya mengkliping berita Sang Guru seakan-akan menguar memenuhi ruangan yang serupa ukuran kamar indekos.

"Sebelum dikliping, koran-koran ini ditempel di dinding toko. Dan ketika sudah lawas (lama, red), gambarnya mulai memudar dan ada yang rusak. Jadi, ada keinginan untuk mengklipingnya," cerita Abah Gauzie, Sabtu (4/2/23).



Selain itu, alasannya dirinya mengkliping koran tentang Abah Guru, agar foto Sang Guru tidak ditempatkan di sembarang tempat. 

"Saat itu, saya juga jualan batu aji dan kertas koran sebagai pembungkusnya, apabila ada gambar Abah Guru, maka korannya saya simpan," ujar pria tua yang mengikuti pengajiannya sejak di Keraton, sebelum Abah Guru berpindah ke Sekumpul.

Ia mulai mengoleksi atau mengkliping tersebut pada awal tahun 2000-an. Beritanya meliputi ketika Abah Guru sehat atau mengadakan pengajian, dirawat di rumah sakit, wafat, dan haulnya.

"Terakhir mengoleksi berita tentang Beliau pada haul ke 15 di tahun 2020," tambahnya.

Untuk memperoleh koran-koran tersebut, ia membeli langsung ke pedagang koran atau mencari koran bekas yang memuat berita tentang ulama kharismatik asal Martapura ini.

"Juga sering berpesan kepada pedagang koran, kalau ada berita tentang Abah Guru, disimpankan dulu, nanti ditukari (dibeli)," kata Abah Gauzie.

Hingga saat ini, koleksi mencapai ratusan. Ketika ditanya apa motivasinya mengkliping berita Sang Guru?

"Kita bangga memiliki tokoh asal Martapura seperti beliau. Semoga berkah dan bermanfaat," ucapnya dengan mata berbinar.

Ia menceritakan juga banyak tamu yang telah datang ke tempatnya untuk melihat koleksi-koleksinya. Abah Gauzie berharap, klipingnya ini kelak bisa bermanfaat bagi generasi selanjutnya. Misalnya ketika membaca berita tersebut, mereka dapat mengambil pelajaran tentang keikhlasan, akhlak mulia maupun perjuangan Abah Guru Sekumpul.

Selain mengkliping berita-berita yang memuat tentang Guru Sekumpul, ia juga memiliki sekitar 130 kaset pita berisi ceramah beliau yang didapatnya secara legal. (slm)