Pencarian

Guru di Banjarbaru Akhirnya Divaksinasi

Penyerahan vaksin dari petugas Puskesmas kepada pengawas pembina setelah dilakukan observasi pasca vaksinasi. Foto - Istimewa

MEDIAKITA.CO.ID - Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru akhirnya mendapatkan jatah vaksin sebanyak 1.600 vial. Ribuan vaksin ini diperuntukkan bagi para guru SD, SMP, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Aswan melalui Kepala Bidang Bina SD, Edy Yuana Pribadi menyampaikan, sebanyak 1.600 vial vaksin yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru ini telah disebar ke 10 Puskesmas yang ada di Kota Banjarbaru, dengan rincian masing-masing Puskesmas menerima sebanyak 160 vial vaksin.

"Seratus enam puluh (160) vaksin tersebut akan dibagi lagi menjadi tiga, yakni untuk Guru PAUD sebanyak 20 vaksin, Guru SD 70 vaksin, dan Guru SMP 70 vaksin," terang Edy Yuana.

Jika dihitung secara keseluruhan kata Edy, maka PAUD menerima 200 vial vaksin, SD sebanyak 700 vial vaksin, dan SMP sebanyak 700 vial vaksin.

"Jadi bagi sekolah (yang bersangkutan) bisa langsung mendatangi Puskesmas terdekat, yang juga sudah berkoordinasi untuk penyuntikan vaksin," ujarnya.

Pemberian vaksin untuk para guru ini kata Edy sudah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu dan masih berjalan sampai saat ini. 

Nantinya, untuk jumlah vaksin yang sudah diberikan (disuntikkan) kepada para guru ini akan dilaporkan langsung oleh Puskesmas setempat kepada Dinas Kesehatan Banjarbaru.

Di sisi lain lanjut Edy, untuk sementara waktu pemberian vaksin Covid-19 kepada para peserta didik belum dilakukan karena berbagai pertimbangan, salah satunya yakni anak-anak tidak rentan terserang Covid-19.

"Justru yang rentan terserang Covid-19 adalah orang-orang tua, yaitu guru. Jadi yang lebih diprioritaskan saat ini adalah guru," lanjutnya.

Lebih jauh Edy menyampaikan, pemberian vaksin ini dilakukan sebagai salah satu persiapan menuju Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juli 2021 mendatang atau Tahun Ajaran baru.

Meski begitu, pihaknya tidak mewajibkan kepada semua peserta didik untuk mengikuti PTM ini. Jika ada siswa atau orang tua yang masih merasa keberatan dengan pelaksanaan PTM ini, maka siswa bersangkutan masih diperbolehkan untuk mengikuti pembelajaran secara dalam jaringan (daring) atau online.

"Silakan orang tuanya untuk memilih, apakah mengizinkan putra-putrinya untuk mengikuti PTM atau tidak. Jadi tiap-tiap sekolah memberikan alternatif untuk PTM, namun tidak mewajibkan," tutupnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Banjarbaru, Tri Hayat Ariwibowo menyambut baik pemberian vaksin untuk guru ini. Menurutnya, PGRI sangat mengapresiasi langkah dan keseriusan pemerintah untuk memberikan vaksin ini sebagai upaya untuk melindungi guru dan siswa di sekolah.

"Hal ini tentu saja seiring dengan harapan masyarakat agar pembelajaran tatap muka segera dilaksanakan," ucap Tri Hayat kepada mediakita.co.id.

Meskipun demikian, Tri Hayat mengungkapkan bahwa jumlah 1.600 vial vaksin masih belum cukup untuk seluruh guru di Kota Banjarbaru.

“Setidaknya dari data yang kami miliki terdapat 3.000 orang guru di Kota Banjarbaru," sebut Tri Hayat. 

Oleh karena itu lanjutnya, PGRI Kota Banjarbaru berharap segera ada penambahan jumlah vaksin agar tercukupi untuk seluruh guru di Kota Banjarbaru.

"Bagi kawan kawan guru yang sudah diberi vaksin mohon agar tetap menjaga protokol kesehatan, mari kita lawan Covid-19 ini dengan tetap taat protokol kesehatan," imbau Tri Hayat. (fer)