Pencarian

Wisata Danau Seran Ditutup, Wali Kota Aditya Beri Penjelasan


Kawasan wisata Danau Seran ditutup sementara waktu. Foto - Dok. Mediakita.co.id

MEDIAKITA.CO.ID - Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin sudah memerintahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru, untuk menutup sementara kawasan wisata Danau Seran di Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin. 

Hal ini disampaikannya usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Kota Banjarbaru, Senin (1/11/21).

Penutupan ini kata Aditya, selain terkait adanya korban tenggelam, juga adanya informasi dan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang adanya badai La Nina yang akan melintasi wilayah Kalsel. Badai ini membawa curah hujan cukup tinggi disertai angin cukup kencang.

“Sudah saya perintahkan untuk menutup sementara melalui Satpol PP dan Dispora (Budpar). Penutupan berlaku hingga badai La Nina berakhir,” jelasnya.

Aditya melanjutkan, terkait penggunaan Danau Seran itu, pada dasarnya tidak diperbolehkan secara aturan karena bukan milik pemerintah kota, namun milik perusahaan kontrak karya atau milik negara.

"Itupun lubang-lubang Rencana Pasca Tambang (RPT) harus direklamasi lagi," ujar Aditya.

Meski begitu sambung Aditya, pihaknya memiliki gagasan dan rencana untuk memanfaatkan danau atau lubang-lubang bekas galian tambang yang ada, untuk dijadikan sebagai pusat-pusat mengitimigasi banjir.

Sebelumnya, diketahui insiden orang tenggelam dilaporkan terjadi di tempat wisata Danau Seran Banjarbaru pada Minggu (31/10/21) menjelang petang.

Kejadian bermula saat korban tengah berwisata ke danau eks tambang intan ini bersama rekan-rekannya. Diduga kuat, sebelum tenggelam korban sempat berenang di area danau.

Informasi yang terhimpun, korban Rizky Kurniawansyah diketahui berasal dari Berau, Kalimantan Timur. Dari kartu identitas diri yang ditemukan di sekitar area kejadian, ia juga terdata sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. (ard)